IBC, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi baru saja menetapkan Mantan VP Marketing Pertamina Energy Service (PES) Bambang Irianto sebagai tersangka kasus suap sekitar 2,9 juta dollar AS, terkait dugaan perdagangan minyak mentah dan produk kilang.

Dalam konferensi persnya Wakil Ketua KPK Laode Syarif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (10/9/2019), mengatakan kepada media bahwa pihaknya menilai ada kejanggalan yang terjadi di Pertamina Energy Tranding Ltd (Petral).

Namun sesungguhnya kata dia, setelah KPK menelusuri lebih lanjut perkara tersebut ditemukan kegiatan sebenarnya dilakukan oleh PES.

“Memang membutuhkan waktu yang lama untuk menuntaskan perkara tersebut. KPK membutuhkan bukti-bukti yang relevan, salah satunya otorita luar negeri, karena kedua perusahaan itu kedudukannya ada di Hongkong,” beber dia.

Dengan demikian atas perbuatannya tersebut Bambang melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 hurub b atau Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penulis : FA/MJ