IBC, JAKARTA – Kegaduhan akhir-akhir ini antara Djarum Foundation dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) cukup menyita perhatian publik, pasalnya KPAI menyurati PB Djarum untuk meminta menghentikan kegiatan Audisi Badminton Djarum Foundation.

Namun hal itu bukanlah tanpa alasan yang jelas, KPAI melakukan itu sudah melalui kajian dan kesepakatan dengan berbagai kalangan (Kementerian), yang tentunya telah memenuhi dasar Peraturan Pemerintah (PP).

Saat dikonfirmasi oleh IBC, Selasa, (10/9/2019), untuk dimintai tanggapannya, Komisioner KPAI, Sitti Hikmawatty, mengirimkan surat dalam bentuk format PDF yang isinya menjelaskan dasar-dasar pengambilan keputusan.

Berikut petikannya :

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung Zat Adiktif berupa Produk Tembakau bagi kesehatan telah lama diberlakukan, namun pelaksanaanya masih perlu penguatan dan dukungan dari berbagai pihak.

Selanjutnya tertulis, sebagaimana dalam Pasal (2) Penyelenggaraan pengamanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk: a. melindungi kesehatan perseorangan, keluarga masyarakat, dan lingkungan dari bahaya bahan yang mengandung karsinogen dan zat adiktif dalam produk tembakau yang dapat menyebabkan penyakit, kematian dan menurukan kualitas hidup;

b. melindungi usia produktif, anak, remaja dan perempuan hamil dari dorongan lingkungan dan pengaruh iklan dan promosi untuk inisiasi penggunaan dan ketergantungan terhadap bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau, dstnya.

Begitu juga dengan, sebagaimana termaktub dalam Pasal 35 ayat (1) Pemerintah melakukan pengendalian promosi produk rokok tembakau, maka dalam ayat selanjutnya disebutkan, (2) dan seterusnya, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sebagai berikut, a. dan seterusnya, b. dan sterusnya, c. tidak menggunakan logo dan/atau merek Poroduk Tembakau pada suatu kegiatan lembaga dan/atau perorangan.

Bahkan masih dalam surat format PDF tersebut, PP Nomor 109 Tahun 2012, secara eksplisit menyampaikan perlindungan khusus bagi anak dan perempuan hamil. Terutama mulai dari Pasal 41 hingga 7 Pasal berikutnya.

Pasal 47 bahkan secara gamblang menyebutkan, (1) setiap penyelenggaran kegiatan yang disponsori oleh produk tembakau dan/atau bertujuan untuk mempromosikan produk tembakau dilarang mengikutsertakan anak di bawah usia 18 (delapan belas) tahun.

Penulis : RA/MJ