IBC, JAKARTA – Siapa yang tak kenal negeri paman Sam, dikenal dengan nama populernya Amerika Serikat (USA). Sebagai Negara adidaya yang menguasai sepertiga dunia tentunya AS menjadi perhatian masyarakat dunia, pun pejabat, artis dan atlit-atlitnya yang melegenda hingga saat ini.

Namun IBCkers tahukah anda, bahwa ratusan tahun yang lalu ada pahlawan penduduk asli Amerika asal suku Indian bernama Tecumseh yang melegenda di negara tempatnya artis-aktor hollywood ini. Ia dianggap bagi kaum Indian adalah pahlawan kemerdekaan.

Nah IBCKers, pada tahun 1812 Tecumseh dan pasukannya kalah perang melawan pasukan yang dipimpin William Henry Harrison. Dalam pertempuran itu Tecumseh gugur dimedan juang, sejak kematian dan kekalahan Pasukan Indian, sang adik bernama Tenskwatawa marah besar atas kematian sang kakak.

Dikarenakan sang adik dikenal memiliki kekuatan sihir lantas mengeluarkan kutukan, bahwa setiap 20 tahun pemimpin Amerika Serikat akan meninggal saat menjabat.

Benarkah demikian? Kutukan pertama terbukti dimulai dari William Henry Herrison sendiri. Ia meninggal saat menjabat sebagai presiden pada tahun 1841, usia jabatannya hanya 31 hari setelah pelantikan sebagai presdien. Sedangkan 20 tahun kemudian disusul kematian Abraham Lincoln yang tewas tertembak pada tahun 1865.

Selanjutnya, presdien ke-20 USA James A Garfiel, ia tewas ditusuk oleh seorang penderita gangguan jiwa pada tahun 1881. Berlanjut dengan presiden Willian McKinley yang juga dibunuh pada tahun 1901.

Sementara Presiden Warren Harding tahun 1923 meninggal karena sakit (serangan jantung) saat masih menjabat, begitu juga dengan Franklin Delano Roosevelt yang meninggal juga karena sakit pada tahun 1945.

Terakhir ada presiden yang cukup familiar dimata penduduk Indonesia bersahabat dengan Presiden pertama Soekarno, John F. Kennedy yang tewas terbunuh pada tahun 1963, dianggap sebagian pihak karena adanya konspirasi.

NahIBCkers, kita masuk dalam logikanya, menurut IBC dibandingkan dengan sekarang, bahwa presiden AS seperti Bill Clinton, Barack Obama dan Donald Trump justru sehat-sehat saja, mereka malah segar bugar dan riang gembira.

Meninggalnya presiden Amerika Serikat konon katanya karena kutukan, tapi disisi lain jika diamati peradabadan dan sistem demokrasinya melalui jalan panjang terjal dan keras. Sehingga wajar saja bila ingin mencapai puncak kekuasaan di sana (USA) sangatlah kompetitif, bahkan menelan korban jiwa seperti ketujuh orang presiden tersebut.

Penulis : CF/DRM