IBC, JAKARTA – Keberagaman merupakan anugerah tersendiri bagi Indonesia. Baik perbedaan bahasa, adat istiadat, hingga agama menjadikan bangsa bahari ini kian eksotis di mata dunia.

Beragam keanehan dan keunikan yang terkandung di dalam bangsa yang besar ini rasanya tidak pernah habis untuk digali serta diselami. Salah satunya adalah beberapa desa di Indonesia dengan nama unik yang berhasil dihimpun oleh redaksi IBC kali ini.

IBCkers mungkin belum terbayang, kalau di Indonesia ternyata ada desa dengan nama yang lucu dan unik. Hal ini bisa saja disebabkan oleh perbedaan bahasa, kultur, nilai historis dan faktor-faktor lain yang menjadi latar belakang pemberian nama desa tersebut.

Berikut lima desa dengan nama unik yang berhasil dihimpun redaksi IBC.

Batas Desa Kasmaran. Foto: kknm.unpad.ac.id

Desa Kasmaran marupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Konon nama desa ini diambil dari peristiwa kasmaranya (jatuh cinta) Raja Sumedang Larang.

Desa Kasmaran terkenal sebagai desa produsen manisan mangga. Jadi buat para IBCkers yang suka manisan mangga, disarankan ke desa ini.

Kantor Kepala Desa Tutup. Foto: www.desatutupblora.com

Desa Tutup merupakan salah satu desa di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dengan luas wilayah 312,30 Ha. Nama desa ini berasal dari nama sebuah tanaman yaitu Pohon Tutup dan juga wilayah ini dulunya merupakan daerah yang tertutup.

Sebagian orang mengenal Desa Tutup sebagi desa penghasil tempe. Meski di desa ini tidak terdapat pabrik besar pengolahan tempe, namun tempe hasil home industry nya tersebar di beberapa wilayah. Antara lain Blora, Grobongan, Rembang, Pati, Demak, bahkan hingga Bojonegoro Jawa Timur.

Salah satu tempe khas Desa Tutup yang terkenal adalah tempe daun jati.

Gerbang Desa Kebocoran. Foto: Instagram achmadfauzyb.official

Desa Kebocoran terdapat di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dengan luas wilayah 162 Ha. Nama desa ini berasal dari cerita Babad Kamandaka yang diyakini sebagai putra dari Prabu Siliwangi, raja Padjadjaran.

Singkat cerita ketika itu, Babad Kamandaka tidak sengaja dilukai sang adik yang bernama Prabu Siliwharni sampai perutnya mengeluarkan banyak darah. Darah yang keluar tersebut seperti air yang bocor dari tempatnya. Peristiwa tersebut kemudian diyakini menjadi asal mula nama desa ini.

Desa Kebocoran juga dikenal dengan budidaya ikan air tawar dan magot.

Plank Kantor Desa Kandangsapi. Foto: Fiki Rahman

Desa Kandangsapi merupakan salah satu desa di Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten, dengan luas wilayah 1.041 Ha. Dikisahkan, pemberian nama desa ini lantaran dahulu kala para sesepuh melihat kerumunan sapi pada setiap bulan Maulid di Blok Cikarae. Sejak saat itu, tercetuslah nama Desa Kandangsapi.

Desa ini memiliki potensi wisata alam yang cukup menarik. Salah satunya adalah wisata Curug Gede yang terletak di Kampung Sindang Pati.

Perbatasan Desa Pacarpeluk. Foto: Caption

Desa Pacarpeluk merupakan salah satu desa yang terletak paling utara di wilayah Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Berdasarkan kisah dari para sesepuh kampung, nama desa ini diberikan oleh Mbah Konde alias Prawiroyudho. Pacarpeluk merupakan gabungan dari 2 (dua) nama pedukuhan yakni Dukuh (Dusun) Pacar dan Peluk.

Jika IBCkers berkunjung ke Desa Pacarpeluk pada musim panen padi, maka kalian akan menyaksikan langsung tradisi ambeng wiwit. Tradisi ini biasanya dilangsungkan di masjid atau mushala. Saat tradisi ini digelar, masjid akan dipenuhi banyak makanan yang dimaksudkan untuk sedekah dan permohonan doa. Tujuannya adalah agar Allah SWT menjadikan hasil panennya penuh berkah.

Penulis: Apg/YES