IBC, JAKARTA – Para astronom mengungkapkan sebuah penemuan yang sangat mengejutkan udara, pada atmosfer eksoplanet yang terbit 111 tahun cahaya ini.

Diketahui bahwa sekitar 50% atmosfer eksoplanet bernama K2-18b dipenuhi oleh uap udara. Namun, tidak seperti eksoplanet raksasa lainnya yang memiliki udara di atmosfernya, K2-18b termasuk ke dalam golongan Bumi super dan zona layak huni . Ia memiliki permukaan berbatu seperti Bumi, Mars, dan Venus.

“Menemukan udara di Bumi sangat menarik,” kata Angelos Tsiaras, astronom dari University College London.

Planet K2-18b pertama kali ditemukan pada 2015 dan merupakan planet ekstrasurya yang sulit dipahami. Kita tahu itu mengorbit bintang katai merah bernama K2-18 dengan cukup dekat – satu putarannya sekitar 33 hari. Ia tidak terlalu panas sehingga tidak butuh permukaan, juga tidak terlalu dingin.

Diketahui bahwa tingkat radiasi bintang di K2-18b mirip dengan di Bumi dan memiliki ukuran dua kali lipat dari planet kita.

Pada 2017, kumpulan peneliti bahkan mengumpulkannya sebagai ‘planet berbatu dengan atmosfer – seperti Bumi, tapi lebih besar. Mereka juga mengatakan bahwa planet ini memiliki interior yang sebagian besar udaranya, kemudian dikontribusikan oleh cangkang atau tebal seperti Enceladus atau Europa.

Penemuan K2-18b pertama kali oleh teleskop Kepler, yang dideteksinya melalui metode transit. Ini terjadi pada sistem bintang dalam posisi sejajar sehingga memungkinkan planet ini melewati kita dan bintangnya (transit) -menyebabkan peredupan cahaya bintang yang akhirnya terdektesi dengan teleskop.

Proses transit ini juga dapat membantu kita menjalankan atmosfer planet. Ketika cahaya bintang melewatinya, beberapa gelombang dapat diserap oleh gas tertentu dan menghasikan garis pada spektrum. Perbedaannya dapat dilihat saat anda membandingkan profil spektral bintang dengan profil spektral transit.

Tsiaras dan timnya menggunakan instrumen WFC3 pada teleskop luar angkasa Hubble. Mereka mengambil gambar transit K2-18b di depan bintang, kemudian mengumpulkannya untuk menghasilkan besar-rata sehingga mampu membuat profil spektral untuk planet ini.

“Analisis yang kami sajikan memberikan hasil pengamatan langsung dari tanda-tanda molekul eksoplanet zona layak huni. Kami menghubungkan studi-studi terkait dengan pemeriksaan,” kata para peneliti dalam studi yang diterbitkan pada jurnal Nature Astronomy.

Mereka lalu mencari tahu apa yang ingin tahu profil spektral menggunakan pemodelan. Mewakili 20-50% atmosfer K2-18b merupakan uap udara. Sebagai ganti, ada sekitar 5% uap udara. Dapat diberikan, K2-18b merupakan tempat yang sangat lembap.

“Meskipun subjek tentang planet layak huni di sekitar bintang ini menjadi bahan diskusi aktif, tetapi menemukan kemajuan tentang memerlukan proses evolusi yang jauh lebih baik,” pungkas mereka.

Diolah dari berbagai sumber.

Penulis : FA/YES