IBC, JAKARTA – Adanya rencana Revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh DPR-RI, dan terpilihnya pimpinan KPK yang baru justru menimbulkan polemik seakan menjadi tradisi setiap pergantian pimpinan KPK.

Menyikapi hal tersebut Pimpinan KPK Agus Rahardjo, Saut Situmorang dan Laode Syarif bersama pegawai KPK menyatakan sikapnya, dengan menyerahkan operasional KPK kepada Presiden Jokowi dihadapan awak media, Jumat (13/9/2019) kemarin.

Oleh karena itu IBC mencoba meminta tanggapan dan pandangannya dari Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar periode 2007-2011 melalui pesan singkat, Sabtu (14/9/2019).

IBC : Bagaimana pandangan bapak terkait adanya draf revisi Undang-undang KPK yang diajukan DPR-RI kepada presiden Jokowi, yang kemudian presiden Jokowi menolak setidaknya ada 4 pointer. Apakah langkah tersebut sudah tepat? atau sebaliknya langkah yang kurang tepat?

Jawab : Presdien bersikap proporsional menyikapi revisi UU KPK, ada yang telak disetujui, ada yang disempurnakan, namun tidak ada yang dilemahkan karena tidak ada kewenangan KPK yang diamputasi.

IBC : Dengan adanya Pimpinan KPK tadi malam menyatakan sikap dihadapan media di Gedung KPK Kuningan, Jakarta Selatan, bahwa pimpinan KPK menyerahkan operasional KPK Kepada presiden Jokowi. Bagaimana menurut bapak sikap ke-3 pimpinan KPK tersebut (Bapak Agus Rahardjo, Bapak Saut Situmorang dan Bapak Laode Syarif) beserta para pegawai KPK.

Jawab : Sikap mundur kurang tepat, seharusnya mereka tetap bertahan untuk masa tiga (3) bulan lagi, sesuai Kepres penunjukannya tempo hari.

Jawab : Apalagi menyerahkan kepada presiden, presiden sudah bersikap tentang revisi, jangan dibebani lagi dengan hal ini, sudah banyak masalah negara dan pemerintahan yang harus diselesaikan presiden.

IBC, setiap adanya pergantian Pimpinan KPK selalu saja gaduh dan berpolemik, apakah ini akan terus berlangsung di negeri ini? khususnya dengan lembaga Anti Rasuah?

Jawab : Setiap pergantian ada kegaduhan, itulah wujud demokrasi dan keterbukaan negeri ini, ujar Antasari Azhar mengakhiri.

Penulis : CF/Durahman