IBC, JAKARTA – Beberapa waktu yang lalu majalah Tempo menghina Kepala Negara dengan menggambar karikatur Presiden Joko Widodo manaruh di cover depan majalahnya. Hal itu memancing reaksi publik dan berakhir dengan pelaporan di Dewan Pers.

Demikian juga kekecewaan datang dari penggemar berat (pembaca) setia Majalah Tempo, Rudi S Kamri, yang mengatakan, bahwa dirinya mendadak mual melihat edisi terbaru majalah tempo baru-baru ini.

“Saya mendadak mual dan kecewa melihat edisi terbaru dari Majalah Tempo minggu ini,” ujar dia melalui pesan singkat kepada IBC, Selasa (17/9/2019).

Lebih lanjut ia menyampaikan, dari sampul depan yang terkesan menghina sampai isi yang sangat memihak. “Tiba-tiba saya melihat Tempo seperti majalah murahan yang tidak mau bijak melihat persoalan,” kata Rudi yang sejak sekolah sudah membaca majalah Tempo ini.

Sambung dia, Tempo sudah seolah menjadi Polisi, Jaksa dan Hakim. Dengan menuduh Presiden Joko Widodo berbohong tanpa secara seimbang mau memahami esensi sikap dan concern Presiden Jokowi. Tempo tak ubahnya hanya seperti Buletin Mingguan wadah pegawai KPK.

“Tempo sudah kehilangan kehormatan sebagai media yang terhormat dan berwibawa, karena Tempo tidak berimbang lagi,” sebutnya. Selain itu Rudi juga menambahkan, Tempo sudah melampaui batas kepatutan dengan melakukan penghakiman sepihak tanpa dasar kepada Kepala Negara.

“Memberikan ilustrasi Jokowi dalam karikatur Jokowi berhidung panjang laiknya Pinokio, Tempo telah menuduh Presiden Jokowi seorang pembohong. Sebuah tuduhan yang gegabah, tanpa dasar dan sangat memihak,” terangnya.

Rudi juga menyampaikan, bahwa Tempo tidak menyadari ada kepentingan kelompok orang yang saat ini bergerombol manis ditubuh KPK, yang ingin mengusai lembaga Anti Rasuah untuk tujuan tertentu.

Ia juga menyebut bahwa cara-cara yang digunakan ‘playing victim‘ dan menjual isu pelemahan KPK. Padahal kata dia, kalau Tempo adil dan mau melihat secara detail butir-butir surat presiden yang dikirimkan ke DPR terkait pendapat pemerintah dalam revisi UU KPK, seharusnya Tempo mengakui tidak ada sebutir biji zarah-pun ada niat Presiden Jokowi untuk melemahkan KPK.

“Kali ini saya kecewa berat dengan Tempo karena secara murah menggadaikan etika jurnalistik dan kredibilitasnya untuk membela kepentingan sekelompok orang manja yang tidak mau kenyamanan dalam kerajaannya diusik,” tambah Rudi.

“Akhirnya saya menyadari, Tempo memang tidak seperti dulu lagi. Tempo sudah tidak terlalu enak dibaca dan tidak perlu juga,” pungkas Rudi S Kamri yang berprofesi Pengamat Politik ini.

Penulis : CF/Durahman