IBC, KARO – Hipotermia adalah salah satu kendala yang sering dikhawatirkan para pendaki saat menjejakkan kakinya di gunung. Tak sedikit dari mereka yang harus meregang nyawa karena serangan yang jamak terjadi di ketinggian. Hal ini juga yang menimpa Reza Fauzi di Puncak gunung Sibayak, Sumatera Utara.

Ia tewas saat berada di puncak Gunung Sibayak, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Korban di evakuasi oleh tim SAR gabungan juga sempat mengalami kejang-kejang. Pemuda tersebut telah teridentifikasi berasal dari Jalan Adi Mencirim, Desa Medan Krio, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang.

Semula korban dilaporkan menderita kejang-kejang saat berada di puncak Gunung Sibayak, sekitar pukul 07.00 WIB, Minggu (22/9/2019), dilansir detik.com

Mendapat laporan itu, tim SAR Medan mengirimkan anggota untuk melakukan proses evakuasi ke lokasi. Tim SAR yang dibantu oleh aparat kepolisian, kehutan dan masyarakat tersebut langsung mengevakuasi korban.

Korban seterusnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Amanda di Berastagi, dan tiba sana sekitar pukul 13.00 Wib, diduga korban menderita hipotermia, suatu kondisi ketika mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin.

“Sesampainya di rumah sakit, dokter langsung memeriksa keadaan korban dan dokter menyatakan korban telah meninggal dunia, selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada keluarga,” kata Sariman S. Sitorus, Humas Kantor SAR Medan.

Sebagai informasi tambahan, Gunung Sibayak berada di Desa, Jaranguda, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, sekitar 80 kilometer dari Medan, suhu di puncak gunung ini bisa mencapai 15 derajat pada malam hari, sedangkan siang hari bisa mencapai 25 derajat atau lebih.

Penulis : TS/MAS