IBC, MERANTI – Ketua Pengurus Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja (PUK FSP) M. Yusuf menyebut PT National Sago Prima (NSP) menolak pembentukan serikat pekerja lantaran tidak mau memfasilitasi pertemuan pekerja.

“Managemen tidak setuju ruang rapat digunakan untuk rapat serikat dengan alasan serikat adalah independen. Tapi pihak managemen tak mau membuat surat resmi atas keberatan fasilitas perusahaan dipakai untuk serikat pekerja,” kata M.Yusuf saat musyawarah pekerja, Selasa (24/9/2019).

Pernyataan tersebut dikuatkan oleh Ketua PC FSP-SPSI Kabupaten Kepulauan Meranti, Ibrahim. Menurutnya, atas hal tersebut pihak perusahaan telah melanggar Undang-Undang nomor 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja.

“Perilaku semena-mena pihak perusahaan yang tidak menaati aturan perlu jadi perhatian pemerintah,” ujar Ibrahim.

Ibrahim juga menyebut, selama ini PT NSP tidak pernah memperhatikan nasib pekerja. Baik dari segi upah yang masih di bawah standar upah minimum kota (UMK), hingga tidak dimasukkan dalam kepesertaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

“Pimpinan perusahaan seharusnya memberi hak pekerja, karena pekerja adalah aset yang berharga demi kemajuan Perusahaan, serta Tenaga kerja adalah manusia semestinya managemen Perusahaan memegang prinsip memanusiakan manusia,” tandas Ibrahim.

Sementara itu, pihak PT NSP belum dapat dikonfirmasi hingga berita ini ditayangkan.

Penulis: Noeradi/MAS