IBC, TANGERANG – Buku adalah jendela dunia, istilah yang tepat untuk menyadarkan kembali generasi tentang pentingnya budaya literasi. Kendati saat ini pemenuhan informasi terbilang sangat mudah, namun keberadaan buku tentu tidak dapat tergantikan.

Hal inilah yang mendasari semangat sejumlah pemuda di Desa Surya Bahari, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang untuk membangun kembali budaya literasi.

Mereka mendermakan dirinya dengan membentuk Taman Baca Masyarakat (TBM) Samudera Baca Surya Bahari. Menariknya, taman baca ini mengadakan ‘Gelar Buku’ setiap hari Sabtu dan Minggu.

Lapak baca yang digelar oleh TBM Samudera Baca Surya Bahari yang berada dipesisr pantai. Nampak seorang pria sedang asyik membaca sebuah buku. Foto: Indonesia Berita

Koordinator TBM Samudera Baca Surya Bahari, Renal mengatakan, giat tersebut bertujuan melekatkan masyarakat khususnya anak-anak setempat dengan buku bacaan.

“Semoga dengan salah satu program dari TBM Samudera Baca Surya Bahari bisa bermanfaat untuk masyarakat dalam hal edukasi dan budaya literasi, agar memajukan hal-hal positif bagi masyarakat dalam berkehidupan, beragama dan bernegara,” kata Renal kepada IBC, Sabtu (28/9/2019).

Dari pantauan pewarta IBC, masyarakat terlihat sangat antusias dengan kegiatan tersebut. Lapak baca ini tidak pernah sepi oleh pengunjung yang berdatangan untuk melepaskan dahaga baca atau sekedar menghabiskan waktu sembari menikmati beberapa buku bernuansa roman.

Tidak terkecuali kalangan anak-anak dengan wajah riangnya ketika membaca buku-buku dongeng atau sekedar mengamati gambar bagi mereka yang belum dapat membaca.

Lapak Baca TBM Samudera Baca Surya Bahari selalu ramai dikunjungi oleh warga dari berbagai kalangan usia. Foto: Indonesia Berita

Seorang pengunjung lapak baca, Ubaidillah mengaku, sangat senang dengan diadakannya kegiatan ‘Gelar Buku’. Dia bahkan selalu datang setiap Sabtu dan Minggu untuk melepaskan dahaga pengetahuannya.

“Saya selalu datang setiap minggu. Saya senang, banyak buku sejarah yang menarik untuk dibaca,” ujar pemuda yang berusia 21 tahun itu.

Hal senada juga disampaikan oleh Maya. Perempuan 19 tahun ini bahkan rela menghabiskan waktu di lapak baca tersebut untuk menikamti kisah-kisah roman ataupun novel.

“Senang aja, apalagi kalau (kisah) yang romantis. Saya bisa sampai sore (membaca) di sini,” pungkas Maya.

Penulis: Apg/YES