IBC, JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meminta pihak berwajib untuk segera menemukan pelaku penembakan korban mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yang meninggal dalam aksi demonstrasi menolak RUU KUHP dan UU KPK di Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Saya minta untuk dilacak di mana kesalahannya sampai terjadi korban, siapa yang melakukan penembakan, siapa yang salah,” kata Nasir saat kunjungan kerja di Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (29/9/2019).

Nasir juga menginginkan, pihak berwajib melakukan pemeriksaan secara detail terhadap kasus tersebut. “Jangan sampai ada korban dalam berdemokrasi di Indonesia,” imbuhnya.

Selain menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban, Nasir juga mengajak mahasiswa untuk menempuh jalan diskusi dalam menyelesaikan masalah.

“Bagaimana kita menyelesaikan masalah dengan baik, mari kita berdiskusi untuk menyelesaikan masalah. Perlu di selesaikan dengan diskusi, mana yang perlu diperbaiki maka kita perbaiki,” tandas Nasir.

Demonstrasi penolakan RUU KUHP dan UU KPK yang berlangsung di Kendari, dua orang mahasiswa menjadi korban. Rendi mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UHO meninggal dunia setelah dadanya ditembus peluru tajam. Sendangkan Yusuf mahasiswa D3 Teknik Sipil Program Pendidikan Vokasi UHO, meninggal dunia akibat luka serius di bagian kepala.

Sejauh ini, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku penembakan tersebut. Selain itu, Mabes Polri juga sudah mengutus dua tim investigasi ke Polda Sulawesi Tenggara.

Penulis: Apg/YES