IBC, YOGYAKARTA – Ketua Rumah Studi Pancasila (RSP), Rendra menilai Hari Kesaktian Pancasila juga dapat dianggap sebagai hari berkabung nasional atas meninggalnya sejumlah petinggi TNI AD yang selanjutnya dikenal sebagai Pahlawan Revolusi.

“Jika kita menyikapi secara rasional dengan pemahaman sejarah, setiap keberhasilan dan kegagalan pada hakikatnya berasal dari strategi dan operasi yang dijalankan secara nasional. Oleh karena itu, Hari Kesaktian Pancasila juga dapat disikapi sebagai hari berkabung nasional bukan ritual Pancasila,” kata Rendra kepada IBC di Yogyakarta, Selasa (1/10/2019).

Terlepas dari hal tersebut, Rendra mengungkapkan, bahwa momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh tepat 1 Oktober, sebaiknya dijadikan titik tolak penegasan kembali keabsahan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.

“Barang siapa yang hendak berniat mengganti Ideologi Pancasila dengan ideologi lain di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta ini, maka bukan hanya berhadapan dengan TNI maupun Polri, tapi juga berhadapan dengan Rumah Studi Pancasila dan seluruh masyarakat Indonesia yang sangat mencintai bangsa ini,” tegas Rendra.

Dalam kesempatan itu, Rendra juga tidak lupa menyampaikan ucapan selamat Hari Kesaktian Pancasila kepada seluruh generasi bangsa. “Selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2019,” pungkasnya.

Penulis: Dovi/MAS