IBC, JAKARTA – Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Kementerian Sosial memberikan pendampingan kepada para penyintas yang tersebar di enam titik pengungsian di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

“Tim LDP dari Pusat sebanyak tiga orang didukung Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Wamena. Mereka telah merampungkan asesmen cepat dan mulai melakukan serangkaian terapi kepada penyintas,” kata Mensos Agus Gumiwang, di Jakarta, Jumat (4/9/2019).

Sebanyak enam titik lokasi pengungsian telah mereka kunjungi secara reguler yakni di Kodim, Polres, Gereja Bethlehem, Gereja Advent, Gereja Homhom dan Masjid Baiturrahman di Wamena. Di setiap lokasi tim melakukan pendataan penyintas dan mengajak anak-anak bermain.

Fotoo : Ist

“Kemudian untuk orang dewasa dilakukan doa bersama di masjid dan gereja-gereja,” ujarnya.

Dikatakannya, hasil asesmen Tim LDP menunjukkan pada umumnya pada aspek kognitif penyintas menunjukkan perilaku kebingungan, tidak tahu harus melakukan apa, khawatir akan tidak jelas bagaimana masa depannya. Sementara pada aspek emotifnya penyintas merasa takut, cemas, khawatir, tegang, sering terkejut apabila mendengar suara keras, selalu waspada, curiga, sedih tida k tenang saat tidur malam.

“Oleh karena itu harus dilakukan rehabilitasi sosial melalui layanan dukungan psikososial. Ini adalah bentuk Negara Hadir dalam pemenuhan kebutuhan dasar bagi penyintas, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial Pasal 38,” imbuh dia.

Seperti diketahui pada Senin (23/9/2019) telah terjadi kerusuhan sosial di Wamena. Hal ini dipicu kabar hoaks dugaan tindakan berbau rasis yang dilakukan oleh oknum guru ke muridnya.

Akibat kerusuhan tersebut, menyebabkan jatuhnya korban meninggal dunia, perusakan serta pembakaran kendaraan bermotor dan bangunan milik pemerintah maupun warga sipil. Hal ini menyebabkan warga mengungsi di beberapa titik.

Peristiwa ini menyebabkan 32 jiwa meninggal dunia, 9.240 jiwa mengungsi, 77 jiwa mengalami luka-luka, 224 mobil terbakar, 150 motor terbakar, 165 rumah rusak karena terbakar, 20 unit perkantoran rusak, 465 unit tempat usaha warga rusak. Sementara itu jumlah pengungsi hingga 1 Oktober sebanyak 6.112 orang.

Penulis : CF/MJ