IBC, JAKARTA – Mengajar siswa SD di India dan mengenalkan budaya Indonesia di depan forum guru di sana menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Urifah, Guru SDN Mojorejo 1 Kota Batu ini. Ia memenuhi undangan Jairam Public School, Tamilnadu Salem, India, untuk mengajar selama dua minggu di negara tersebut.

Bersama Maheswari Calya Kalila, salah seorang muridnya, Urifah disambut bak tamu negara ketika menginjakkan kaki pertama kalinya di negara yang terkenal dengan industri film Bollywood ini.

“Tidak menyangka, sambutannya sangat istimewa. Pihak tuan rumah memberikan buket bunga dan mengawal kami hingga ke tempat acara. Saya merasa terhormat sebagai tamu yang hanya guru SD dari Indonesia,” tutur Urifah yang juga alumni FKIP Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini, setibanya di Turichappaly Airport India, beberapa waktu lalu.

Foto : Ist

Selama dua minggu di India, Urifah dan Maheswari, akan mengikuti rangkaian kegiatan dengan didampingi dua guru pendamping Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Griya Anita Kota Batu, Dyah Rani Ayu Ekawati Keswari dan Jenny Florida Vaulintina Rosa, yang menjadi sponsor kegiatan ini.

Kegiatan yang dilakukan, antara lain, sharing pembelajaran bahasa Inggris, pertukaran budaya, serta pengenalan lingkungan alam. Beberapa agenda kunjungan, antara lain,school visit di daerah Tamilnadu India, situs-situs bersejarah, area wirausaha tradisional, dan pembuatan sulaman khas India.

Urifah juga berkesempatan memberi sambutan di acara welcome party di Hall Jairam School. Selanjutnya, di hari kedua giliran rombongan Indonesia mengenalkan tarian poco-poco, gemu famire, dan lagu-lagu daerah yang memukau siswa India.

“Yang menyenangkan, saya diberi kesempatan mengajar di lima kelas dengan topik lingkungan. Saya bercerita tentang kehidupan metamorfosa kupu-kupu yang banyak terjadi di Indonesia. Alhamdulillah respon mereka sangat positif,” bebernya.

Diungkapkan Urifah, banyak hal yang bisa dipetik dari pengalaman belajar dan pembelajaran selama di India. Antara lain budaya disiplin dan membaca yang tinggi, pemakaian bahasa Inggris sebagai bahasa kedua, etos belajar siswa, konsistensi kurikulum pendidikan fullday school yang baik, fasilitas sekolah yang memadai dan investasi SDM guru yang mumpuni dibarengi dengan manajemen sekolah yang sangat baik.

Kolaborator dan penanggung jawab kegiatan, Rtn. MPHF. Ayyapparaj, mengaku bangga dan senang menerima tamu guru dan siswa dari Indonesia. “Kehadiran tamu terhormat dari Indonesia sangat membantu program sertifikasi kerjasama internasional kami,’ ungkapnya.

Urifah mengungkapkan keberhasilan mengikuti program ini berkat keikutsertaannya dalam Global Project (GoPro) yang bertujuan untuk meningkatkan minat belajar bahasa Inggris siswa melalui kegiatan teleconference, korespodensi, dan sharing budaya dengan sekolah internasional di luar negeri.

Penulis : FA/JRA