IBC, JAKARTA – Lantaran mementingkan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menghabiskan anggaran negara, Anggota DPR RI Fraksi PDI Pejuangan Masinton Pasaribu menyebut selama 15 tahun Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) bekerja ala sirkus.

Menurut Masinton, jika dirata-ratakan anggaran yang dihabiskan KPK selama 15 tahun mencapai Rp 15 triliun.

“Dia cuma rutinitas saja itu OTT pakai masker. Duit (yang dikorupsi) kadang dipaksain cuma Rp 50 juta, dilebarin biar kelihatan banyak. Dalam konteks itulah saya berkeyakinan UU KPK harus direvisi. Karena saya ingin agenda pemberantasan korupsi lebih maju lagi,” ujar Masinton dalam diskusi mengenai Perppu KPK di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Lebih lanjut ia menyampaikan, tidak menjadi rutinitas menangkap, menangkap, penyadapan, penyadapan, OTT, OTT. Dan itu baginya kerja ala sirkus.

Kendati demikian, Masinton mengklaim PDIP akan mendukung apapun keputusan Presiden Jokowi. Termasuk penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) KPK yang tengah dikaji oleh presiden.

“Posisi PDI Perjuangan selalu memberikan pertimbangan ke presiden, selalu mendukung apapun keputusan presiden, jangan ada yang mendesak-desak presiden. Bahaya kalau kemudian ketatanegaraan dan konstitusi kita dilekatkan pada tekanan-tekanan,” katanya

Masinton juga mengakui, sikap resmi dari PDIP saat ini adalah belum pelru diterbitkan Perppu KPK. Dia berdalih, masih terdapat upaya konstitusional lain seperti uji materi melalui Mahkama Konstitusi atau legislative review.

“Kalau Undang-Undangnya saja belum terbit lalu sudah didesak menerbitkan Perppu, itu namanya kebelet,” pungkasnya.

Penulis: Apg/DR