IBC, JAKARTA – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menuding dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) berinisial AB hendak menggagalkan pelantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan berencana melakukan aksi di sejumlah titik di Jakarta.

“Tujuan mereka menurunkan presiden dengan isu karhutla dan revisi UU KPK dan terakhir target utama mereka membatalkan pelantikan presiden,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Suyudi Ario Seto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/10/2019).

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Suyudi Ario Seto memberi keterangan kepada wartawan terkait rencana AB yang akan menggagalkan pelantikan Presiden Jokowi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (9/10/2019). Foto : FA/IBC

Menurut Suyudi AB berencana meledakkan bom ikan yang berisi paku dengan titik yang menjadi sasaran AB berada di wilayah Jakarta Barat.

“Mereka berencana akan meledakkan bom-bom tersebut di sepanjang Grogol sampai dengan Roxy (Jakarta Barat),” ungkapnya.

Suyudi menegaskan AB sendiri diduga memiliki peran sebagai pemasok bom molotov untuk aksi Mujahid 212.

“Oleh polisi AB dijerat Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas tindak pidana membuat, menguasai, membawa, menyimpan, mengangkut, menyerahkan dan atau berusaha menyerahkan bahan peledak,” tegasnya.

Perlu diketahui, AB yang berstatus sebagai dosen IPB saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Selain AB, polisi turut menetapkan sembilan orang lainnya sebagai tersangka yakni, S alias L, OS, JAF, AL, NAD, SAM, YF, ALI, dan FEB.

Penulis : FA/YES