IBC, JAKARTA – Politisi muda Partai Gerindra TB Ardi Januar mengaku tidak ambil pusing dengan ulah Rocky Gerung yang menyebut Prabowo sebagai tokoh “sampah”. Dia menilai, sindiran yang ditujukan kepada ketua umum partainya tersebut hanyalah upaya Rocky agar tidak kehilangan eksistensinya.

“Lantas sebagai pendukung Prabowo, apakah saya harus marah dengan pendapat Rocky? Tidak juga. Biarkan saja dia bicara dan bersikap,” kata Ardi di Jakarta, Selasa (14/10/2019).

Ardi menyebut, ada tiga kelompok yang menyikapi hasil pilpres. Pertama, kelompok yang memilih move on dan kembali bersatu demi keutuhan bangsa. Kedua, Kelompok yang belum move on dan memilih tetap berseteru.

Sedangkan yang ketiga ialah kelompok yang terancam kehilangan eksistensi karena pertunjukan telah usai. “Bagi saya, Rocky adalah bagian dari kelompok ketiga,” kata Ardi.

Menurutnya, Rocky sadar betul kalau kontestasi Pilpres 2019 lalu telah membesarkan pamornya sebagai pengamat politik.

“Bila seluruh pertunjukan selesai, eksistensi dia (Rocky) juga ikut selesai. Karena itu dia perlu manuver baru untuk menjaga eksistensi. Rocky sadar, kelompok baper yang tak terima hasil pemilu masih lumayan jumlahnya. Mereka adalah pasar yang jelas bagi eksistennsi Rocky,” jabar Ardi.

Pada kesempatan itu Ardi juga mengutip pernyataan Rocky Gerung, bahwa Indonesia adalah negara demokrasi.

“Rocky pernah bilang, cara terbaik menghormati aksi badut adalah dengan cara tepuk tangan. Dan saya cukup menikmati pertunjukan yang dilakukan Rocky,” tandasnya.

Penulis: Apg/YES