IBC, JAKARTA – Kongres Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) yang dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat-Minggu 25-27 Oktober 2019, merupakan forum tertinggi konsolidasi LMND yang dihadiri 500 orang delegasi mahasiswa dari 27 Provinsi, seluruh Indonesia.

Delegasi tersebut terdiri dari Eksekutif (pengurus) Wilayah, Eksekutif Kota dan Eksekutif Komisariat, serta perwakilan organisasi yang direkomenasikan oleh Eksekutif Nasional maupun wilayah.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) LMND, Muhammad Asrul, bahwa kongres LMND tersebut terbesar dalam sejarah sejak LMND berdiri tahun 1999. “Sejak berdiri LMND tahun 1999, kali ini kongres terbesar jumlah pesertanya,” ujar Asrul dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (24/10/2019).

Bendera LMND. Foto : Ist

Selain itu Asrul juga menyampaikan, bahwa kongres kali ini mengangkat tema ‘Menangkan Pancasila, Perkuat Persatuan Nasional untuk Indonesia Maju, Adil dan Makmur’. “Tema ini menegaskan sikap perjuangan kami dalam mengkampanyekan gagasan menangkan pancasila di tengah-tengah situasi polarisasi politik pasca pemilu 2019,” terang Asrul.

Lanjut Asrul adanya rongrongan terhadap posisi Pancasila sebagai dasar negara merupakan ancaman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Oleh karena itu kata Asrul, gagasan LMND dalam mengkamapnyekan menangkan Pancasila bukan menjadikan Pancasila sebagai alat permersatu dan konsepsi belaka, tetapi mendorong pemerintah dan legislatif agar melahirkan kebijakan-kebijakan yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

“Ya seperti mencabut subsidi, biaya pendidikan mahal, kenaikan iuran BPJS, kenaikan kebutuhan pokok, regulasi yang tidak pro rakyat, konflik agraria, akses lapangan kerja susah, hukum tumpul di atas tajam ke bawah dan masih banyak kebijakan yang bertentangan dengan Pancasila,” tegas Asrul.

Maka dari itu sambungnya, kongres tersebut membahas agenda terkait perkembangan situasi internasional dan nasional, serta problem gerakan mahasiswa dan rakyat Indonesia. Selain itu juga merumuskan program perjuangan organisasi, perumusan strategi dan taktik, mendemisioner pengurus lama dan pemilihan struktural kepengurusan LMND periode 2019-2021.

“Semoga kongres ke-8 ini melahirkan gagasan-gagasan jalan keluar, atas banyaknya problem rakyat Indonesia, serta mampu melahirkan regenerasi kepemimpinan LMND yang bisa mendorong LMND jadi organisasi modern, progresif revolusioner serta mampu membangun jaringan gerakan mahasiswa internasional,” pungkas pria kelahiran Sulawesi Tenggara ini.

Penulis : FA/SD