IBC, JAKARTA – Aksi unjuk rasa aktivis 98 menolak Prabowo Subianto duduki kursi Menteri Pertahanan telah berlangsung untuk kedua kalinya di depan Istana Negara. Pasalnya aktivis 98 menilai dipilihnya Ketua Umum Partai Gerindra tersebut sebagai bentuk penghianatan perjuangan reformasi.

“Aksi demontrasi ini bentuk kekecewaan kami terhadap dipilihnya Prabowo Subianto sebagai Menhan. Selama ini kami menukung Jokowi karena kami percaya dan memiliki harapan mengungkap kematian dan hilangnya kawan-kawan kami aktivis 98,” ujar Aznil di depan Istana Negara, Taman Pandang, Jakarta, Sabtu (26/10/2019).

Lebih lanjut Aznil menerangkan, bahwa Presiden Jokowi dianggap pihaknya sebagai representatif anti orde baru, jauh dari nepotisme dan tidak feodalistik. “Sekarang harapan kami pupus setelah Prabowo jadi menhan. Ya kan jelas Prabowo diduga kuat menculik dan membunuh kawan-kawan kami dengan tim mawarnya,” ungkap dia.

Aktivis 98 Tulis Poster Protes ‘Pecat Prabowo Subiantor dari Menhan’. Foto : Ist

Aznil juga menjelaskan, aksi tidur di depan istana yang mereka lakukan merupakan simbol aktivis 98 jangan pernah tidur terhadap pelanggar-pelanggar HAM masa lalu.

Baca Juga :

“Kami minta pecat Prabowo. Jangan khianati teman-teman kami mati berjuang, dibunuh dan diculik, bahkan nggak tau ke mana jasadnya sampai sekarang,” tegasnya.

Aznil dan rekan-rekannya mengingatkan kepada presien Jokowi, bahwa pemerintahan sekarang dapat menikmati berkat perjuangan para aktivis 98 memperjuangkan reformasi.

“Jangan sombong telah berkuasa, hasil reformasi hari ini karena kami perjuangkan. Jadi pecat Prabowo Subianto, kalau nggak presiden kami stempel sebagai penghianat reformasi,” pungkasnya.

Penulis : RK/SD