IBC JAKARTA – Ditunjuknya Budi Arie Setiadi sebagai Wakil Menteri Desa Pembangungan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) oleh Presiden Joko Widodo menimbulkan reaksi beragam dari organisasi relawan Jokowi, pro dan kontra.

Hal tersebut juga mendapatkan tanggapan dari Koordinator Nasional Relawan Poros Benhil Aznil Tan, yang sangat menyayangkan para relawan membully BAS ditunjuk sebagai Wamendes PDTT.

“Yang mesti dibully tuh, Prabowo Subianto, bukannya Budi Arie. Apa kapasitas Prabowo ditunjuk sebagai Menhan? Budi Arie jelas-jelas bercucuran keringat memenangkan Jokowi sejak 2012,” ujar Aktivis 98 ini saat dimintai tanggapannya melalui telepon selular atas ditunjuknya Budi Arie Setiadi sebagai Wamendes PDTT, di Jakarta, Minggu (27/10/2019).

Koordinator Nasional Relawan Poros Benhil Aznil Tan. Foto : Dok/Ist

Menurut Aznil, Budi Arie adalah sosok yang tepat untuk memajukan desa dan daerah tertinggal, ke depan berorientasi devisa dan ekspor. Beda dengan Prabowo dan Edhy Prabowo yang dinilai hanya jago berwacana.

Baca Juga :

“Saya sering berdiskusi dengan bung Budi Arie. Beliau memiliki konsep yang sudah matang bagaimana memajukan desa dan daerah tertinggal berorientasi devisa dan ekspor. Beliau juga sosok pekerja lapangan. Beda dengan Prabowo dan Edhy Prabowo yang cuma jago koar,” tegasnya menambahkan.

Aznil juga menjelaskan lebih lanjut, bahwa dia sebagai aktivis 98 tidak terima Prabowo dan Edhy Prabowo ditunjuk Jokowi sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju.

Wamen Kementerian PDTT, Budi Arie Setiadi. Foto : Dok/IBC

“Itu sangat menyakitkan hati aktivis 98 dan para relawan. Semangat aktivis 98 all out memenangkan Jokowi karena semangat melawan kebangkitan Orde Baru. Jokowi harus tahu itu,” pungkasnya.

Penulis : RK/SD