IBC, TANGSEL – Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Tangerang Raya, melaporkan Pemkot Tangerang Selatan ke Gubernur Banten dan Ombudsman.

PERMAHI menggangap bahwa Pemkot Tangsel sangat lamban dan tidak tanggap dalam merespon keluhan masyarakat terkait pengaturan jam operasional kendaraan berat di ruas jalan Kota Tangerang Selatan.

Ketua Umum Permahi, Athari Farhani mengungkapkan, pelaporan terhadap Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Airin Rachmi Diany kepada ombudsman dan Gubernur Banten, Wahidin Halim atas tindak lanjut somasi yang telah dilayangkan pada 18 Oktober 2019 lalu.

PERMAHI, Tangerang Raya. Foto : Ist

“Karena kami menilai Wali Kota dan Stakeholder terkait tidak tegas dan justru lebih memihak kepada para pengembang yang mempunyai truk-truk besar itu,” ujar Athari melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Senin (28/10/2019).

Menanggapi hal tersebut wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengaku, Pemkot Tangsel telah menyiapkan jawaban atas laporan yang dilayangkan PERMAHI Tangerang Raya ke ke Ombusman dan Gubernur Banten.

“Sedang dibahas dan digarap jawabannya,” kata Benyamin, Senin (28/10/2019).

Pria yang akrab disapa Bang Ben ini mengaku hingga saat ini pihaknya masih menggodok perubahan Perwal Tangerang Selatan Nomor 3 Tahun 2012 tentang pembatasan waktu operasional truk bertonase besar.

“Yang pasti perwal itu sudah dibahas untuk dilakukan perubahan, tapi proses perubahan adiminstrasi kita tidak sebentar. Tapi jawaban atas somasi Permahi sedang disiapkan bagian hukum kita,” ucapnya.

Sebelumnya PERMAHI Tangerang Raya meminta Pemkot Tangerang Selatan untuk segera merevisi Perwal Nomor 3 Tahun 2012. Sebab Perwal itu hanya mengatur satu ruas jalan yaitu Jalan Raya Serpong.

Sementara itu dalam laporanya ke Gubernur Banten, Permahi berpendapat bahwa Tangsel merupakan Kota yang terletak dalam wilayah Provinsi Banten. Maka menurutnya pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahanya dikoordinasikan oleh Gubernur Provinsi Banten.

Tidak berlakunya Perwal di ruas jalan lain diduga menjadi penyebab banyaknya kecelakaan yang melibatkan truk bertonase besar.

Sebelumnya, Niswatul Hasanah, mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, meninggal akibat di tabrak truk tanah saat melintas di Jalan Graha Raya Bintaro, Perigi Baru, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Senin 14 Oktober 2019 lalu.

Penulis : BDU/SD