IBC, JAKARTA – Ditangkapnya Stefanus Farok Nurtjahja buronan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) Bank Century sejak tahun 2014 membuat mata publik terbuka lebar, bahwa Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia serius membenahi kinerja instusinya yang sempat merosot dimata publik.

Dipilihnya Jaksa Agung dari unsur internal oleh presiden Joko Widodo diharapkan dapat memulihkan citra baik Kejagung dalam memberantas tindak pidana korupsi.

“Stefanus ditangkap di sebuah rumah makan di kawasan Jakarta, sekitar pukul 17.00 Wib tanpa perlawanan,” ujar Jaksa Agung Muda Intelejen (Jamintel) Jan S Maringka, Rabu (30/10/2019).

Buronan Bank Century, Stefanus Farok Nurtjahja. Foto : Ist

Lanjut dia, penangkapan terhadapan buronan Stefanus berdasarkan vonis bersalah lewat putusan Mahkamah Agung Nomor 535/K/Pid.Sus/2014 tanggal 14 Juli 2014. Terpidana saat itu belum sempat di eksekusi oleh Jaksa.

“Stefanus bersama kedua terdakwa lainnya Raden Mas Johanes Sarwowo dan Umar Muchsin dinyatakan bersalah menerima uang sebesar Rp 1,1 Miliar,” kata Maringka.

Sambungnya, bahwa diketahui uang tersebut dari Toto Kuntjoro, yang juga diketahui berasal dari Robert Tantular yang telah terbukti melakukan pidana, penggelapan, penipuann dan pencucian uang.

Akibat perbuatan nya tersebut Stefanus diganjar hukuman badan selama enam tahun penjara, dan usai ditangkap Stefanus dijebloskan ke Lapas Salemba.

Penulis : FA/SD