IBC, JAKARTA – Relawan Jokowi, Komite Rakyat Nasional (Kornas) – Jokowi melalui Sekretaris Jenderalnya Akhrom Saleh mengatakan, bahwa pihaknya menyesalkan dengan kenaikan Premi BPJS Kesehatan Kelas 3, yang Perpresnya telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo.

“Kami menyesalkan dengan adanya kenaikan iuran BPJS Kesehatan kelas 3 itu. Jadi hemat kami naiknya itu justru membuat masyarakat semakin miskin dan turun kelas,” ujarnya saat dimintai tanggapannya oleh IBC, di Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Lebih lanjut ia menyampaikan, memang benar pihaknya kurang memahami kalkulasi secara matematis, namum setidaknya kata Akhrom, ia dan rekan-rekannya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat memahami benar apa yang dirasakan masyarakat. Apalagi sambungnya, pelayanan rumah sakit yang tidak ramah.

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Medan, menyampaikan penolakan terhadap rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan di kantor Gubernur Sumut, Rabu (18/9/2019). Foto: Rj/Dok/IBC

“Bagaimana mungkin di tengah himpitan ekonomi yang serba sulit pemerintah justru menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Ya coba aja faktanya sebelum naik aja masyarakat kita banyak yang turun kelas, apalagi dinaikkan gini. Nah itu kan akhirnya menambah beban pemerintah sendiri nantinya,” terang Akhrom yang juga Wakil Koordinator Nasional Aliansi Relawan Jokowi tergabung dalam Poros Benhil ini.

Baca Juga :

Selain itu ia menambahkan, Presiden Jokowi pernah mengatakan, bahwa ia tidak punya beban didua periodenya, seharusnya Presiden Jokowi jangan takut untuk menolak bisikan-bisikan dari para pembisiknya.

“Tapi ini berbeda, pemerintah justru menambah beban rakyat, saya pribadi dan secara organisasi mengharapkan keputusan itu ditinjau kembali, agar efeknya nggak nambah kemiskinan, dan pada akhirnya jadi bola salju,” tandas Akhrom.

Penulis : ZK/DB