IBC, LEBAK – Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur dari ujung barat hingga ujung timur pemerintah pusat dan daerah menggelontorkan dana hingga ratusan triliun rupiah untuk menggerakan roda perekonomian demi Indonesia Maju.

Namun ironisnya di Desa Lewi Ipuh, Kecamatan Banjarsari dan Gunungkencana, Kabupaten Lebak, Banten masih ada jembatan penghubung kedua kecamatan yang tidak memadai. Bahkan jembatan tersebut membahayakan jiwa manusia.

Berdasarkan pantauan IBC, Kamis (31/10/2019) bahwa jembatan itu satu-satu akses penduduk setempat untuk beraktivitas, baik menggerakkan ekonomi maupun akses untuk pendidikan.

Siswa/i SD Menyeberangi Jembatan, di Lebak Banten, Kamis (31/10/2019). Foto : RHM/IBC

Jembatan dengan panjang 70 meter terbuat dari bambu tersebut juga memiliki kedalaman hingga 10 meter ke bawah. Dengan kondisi seadanya terkadang warga Desa Lewi Ipuh terpaksa melalui jembatan maut itu.

Seorang warga bernama Sidan mengaku, sejak tahun 2000 jembatan itu belum juga diperbaiki oleh pemerintah. Ia dan warga yang lain berharap ada bantuan dari pihak pemerintah. Sebab kata dia sudah memakan korban jiwa.

“Kami masyarakat berharap sangat berharap, mau menunggu sumbangan dari pihak pemerintah harapannya anak-anak sekolah maunya lancar di jembatan ini pak,” ujar Sidan.

Baca Juga :

Lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa jembatan tersebut telah memakan korban jiwa pada tahun 2006 seorang pria, dan seorang wanita tua dengan cacat permanen.

“Yang pertama namanya pak Herman sampe mati dia tuh, yang kedua perempuan udah tua itu jatuh, sampe sekarang dia cidera, nggak bisa kembali keasal semula, jadi jalannya jongkok kaya gini pak,” tuturnya.

Ia kembali menegaskan, berharap kepada pihak pemerintah agar memberikan perhatian khusus pada jembatan bambu tersebut. Menurut pengakuannya masyarakat sering mengajukan kepada pihak pemerintah untuk melakukan perbaikan, namun demikian hingga sekarang belum juga ada perbaikan.

“Diajukan ini memang sudah sering pak, cuman semuanya belum ada yang tembus pak, belum ada yang melaksanakan sampai dibangun sampai sekarang,” ungkapnya.

Padahal kata Sidan, yang survei sudah ada, kendati demikian hanya bicara saja. “kalau yang survei sudah ada pak, tapi sampai sekarang belum ada buktinya, cuma ngomong doang pak,” paparnya.

Ia juga menambahkan, selain akses ekonomi dan akses pendidikan, jembatan tersebut juga sebagai akses untuk pemakaman warga yang meninggal.

“Kalau musim hujan masyarakat nggak bisa nyeberang pak, jadi yang sekolah libur, yang cari sandang pangan libur juga karena nggak bisa gitu pak,” tandasnya.

Reporter : RHM
Penulis : RK/SD