IBC, JAKARTA – Sebagai seorang yang dipercaya oleh Presiden Joko Widodo menduduki posisi sebagai Wakil Menteri Desa PDTT, Budie Arie Setiadi tidak hanya mendampingi Menterinya melainkan juga mendapatkan tugas untuk mengawal dana desa hingga triliuan rupiah.

Berkaitan dengan hal tersebut, Wamen Budie Arie saat menutup kegiatan Pelatihan Master Trainer Peningkatan Kapasitas Pendamping Lokal Desa (PLD) mengatakan, bahwa tenaga ahli termotivasi menciptakan Sumber Daya Manusia Unggul dan merata serta bekerja untuk kemajuan desa.

Ia mengungkapkan, menurut data BPS tahun 2020 perbandingan penduduk desa dan kota menjadi 56 persen di desa, dan sisanya berada di kota. “Jadi penduduk desa menjadi sumber utama dalam kemiskinan, kalau desa maju maka Indonesia akan maju. Untuk itulah mari kita majukan desa,” ujarnya, Jumat (1/11/2019).

Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Foto : Ist

Selain itu kata Budie, bahwa dalam hidup dibutuhkan harapan dan inovasi tanpa harapan akan menjadi hampa. Oleh karena itu lanjutnya, mengajak seluruh pendamping desa untuk tidak takut berinovasi menancapkan harapan di desa. “Apalagi desa-desa di wilayah Indonesia Timur yang sekitar 80 persen masih tertinggal,” sambung dia.

“Kemiskinan dan kebodohan merupakan dua hal yang saling berkaitan. Seperti kakak beradik, persoalan di balik kemiskinan akibat SDM yang rendah,” paparnya.

Budie juga menambahkan, bahwa kita jangan takut berinovasi, Indonesia merdeka butuh sebuah keberanian, “Problem Indonesia lemah pada eksekusi dan Jokowi telah menjadi solusi terhadap kelemahan itu,” tegasnya.

Menutup keterangannya Budie berharap agar desa-desa tidak membuat aturan yang mengikat, sehingga dapat mendorong investasi di daerah. Begitu juga dengan 74 ribu desa di seluruh Indonesia, bisa berinovasi dengan menggunakan dana desa sebaik-baiknya.

Penulis : ZK/AS