IBC, JAKARTA – Polemik APBD Provinsi DKI Jakarta terus bergulir, bermula Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta membongkar keanehan anggaran belanja lem aibon sebesar Rp 82 miliar.

Anggaran aneh yang tidak masuk akal tersebut juga mendapatkan tanggapan keras dari Aktivis 98 Andrew Parengkuan, menurutnya apa yang dilakukan oleh William Aditya Sarana adalah sebuah tindakan yang benar. Sebab kata Andrew seorang legislator harus kritis menyuarakan kebenaran.

“Seorang wakil rakyat yang duduk di dewan, harus kritis untuk menyuarakan kebenaran, bukan berkompromi dengan perampok uang rakyat,” ujar Andrew dalam keterangan tertulisnya, yang diterima IBC, Minggu (3/11/2019).

Sumber : Tagar.id

Ia juga menegaskan, apa yang dilakukan William hal yang wajib dilakukan oleh seorang wakil rakyat, bukan hanya datang, duduk, dengar dan diam saja.

Bahkan ia menanyakan terkait kode etik anggota dewan, “Kode Etik yang mana? Justru mengungkap kebenaran adalah Kode Etik yang harus dijunjung tinggi, bukan malah dilemahkan,” terang Andrew.

Oleh sebab itu tambahnya, apa yang dilakukan oleh William jauh lebih baik daripada OTT KPK yang hanya bisanya menunggu calon koruptor melakukan korupsinya, tanpa ada niat untuk mencegahnya.

“William justru mencegah, agar korupsi tidak terjadi, walaupun tidak ada yang ditangkap, karena korupsi belum terjadi, tapi ini jauh lebih lebih baik, menyelamatkan Trilyunan Rupiah uang rakyat,” sambungnya.

“Kita menengarai bahwa pihak yang ingin melaporkan William Aditya Sarana, tidak clear, sebagai pihak yang independen. Siapapun yang melaporkan William karena tindakannya mengungkap anggaran yang fantastis ini, akan berhadapan dengan kami, dan akan kami laporkan balik,” pungkas Ketua Umum Garda Perawat Kebangsaan (Gaperbang) ini.

Penulis : ZK/SD