IBC, JAKARTA – Sebelumnya diketahui bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani melontarkan bahwa ada desa fiktif atau desa hantu untuk mengeruk dana desa miliaran rupiah demi keuntungan pribadi.

Hal tersebut disambut baik oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang mengatakan pihaknya telah membentuk tim gabungan termasuk di dalamnya Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara beberapa waktu yang lalu di Mako Brimob.

Sementara itu dalam wawancaranya di radio Elshinta, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar menjelaskan, bahwa pihaknya telah membentuk dan menurunkan tim untuk investigasi terkait desa hantu.

Sumber Radar Sukabumi

“Sudah ada tim yang turun dari Dirjen Pemdes, pak menteri juga sudah perintahkan Dirjen Pemdes agar diungkap seterang-terangnya, dan juga berkoordinasi dengan Polda Sultra. Siapapun yang terlibat akan disidik dan tangkap apabila terbukti ada tindak pidana,” ujarnya di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Selain itu Bahtiar menyampaikan bahwa ada pihak-pihak menuding ada keterlibatan Kemendagri dalam hal desa fiktif, Bahtiar mengatakan, Kementerian Dalam Negeri hanya bersifat register, “Kemendagri hanya bersifat register, itu hanya administratif,” ungkapnya.

Dengan adanya kejadian seperti ini, Kapuspen menjelaskan, bahwa hal tersebut sebagai pintu masuk untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Bahkan lanjutnya, kemungkinan desa fiktif bukan saja hanya terjadi di Sulawesi Tenggara, melainkan juga dapat terjadi di daerah lain di Indonesia.

“Prinsipnya kita itu setuju ini dibuka seterang-terangnya, kita tidak akan melindungi jika ada staf Kemendagri, tapi sebenarnya Kemendagri jauh dari hal seperti itu sih,” pungkasnya.

Penulis : FA | Editor : DB