IBC, JAKARTA – Sukses berkarir di negeri orang bukan berarti melupakan kampung halaman, justru pria asal Nimbokrang, Jayapura, Alex Waisimon nekat meninggalkan pekerjaannya demi menjaga hutan di Papua.

“Kenapa pulang? Tak ada gunanya saya sukses kerja di luar, jika tak mampu bawa kemajuan untuk kampung halaman. Banyak orang sebut saya gila. Karena bersikeras lindungi hutan-hutan di kampung saya,” ujarnya dalam petisi yang diterima IBC melalui surel, Jumat (8/11/2019).

Lebih lanjut Alex menyampaikan, bahwa dirinya menyerahkan 19 hektar hutan milik marganya Waisimon untuk dijaga, selain itu ia juga mendedikasikan dirinya hanya untuk menjaga hutan tersebut.

Foto : Ist

“Untuk konservasi, saya serahkan 19 hektar hutan milik marga saya, Waisimon, agar dijaga. Saya dedikasikan hidup untuk merawat hutan-hutan ini,” kata dia.

Sambung Alex menuturkan, memang berat sekali melawan arus, tapi akhirnya kerja keras selalu ada hasilnya. Lama-lama masyarakat melihat hasil upayanya itu. Burung-burung surga seperti Cendrawasih dan Kasuari, serta satwa lain makin banyak berdatangan.

“Alam kampung kami makin indah. Wisatawan dan peneliti dari berbagai belahan dunia pun berkunjung,” ungkap pria yang dijuluki oleh WWF dengan sapaan Sang Penjaga Cendrawasih ini.

Dengan jerih payahnya melakukan upaya melestarikan alam, pada akhirnya berbuah manis. Tahun 2016 banyak kepala suku di sekitar kampungnya ikut menyerahkan hutannya untuk dijaga, “Luas yang diserahkan sampai 98 ribu hektar, saya yang dulunya disebut gila, akhirnya dipercaya,” tulis Alex.

Akan tetapi kata dia, tantangannya ada 3,1 juta hektar hutan di Papua yang izin produksinya bermasalah, oleh perusahaan pemegang izin. Hutan dibiarkan tak terurus hingga rawan kegiatan ilegal dan banyak perusakan.

Padahal papar Alex, kalau diberi akses mengelola, masyarakat adat Papua bisa menjaga hutan itu. Hutan jadi sumber ekonomi masyarakat tanpa ada kerusakan alam, seperti hutan marga miliknya.

“Oleh karena itu saya mau mengajak masyarakat Indonesia minta kepada Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar serahkan hutan-hutan yang izinnya bermasalah itu kepada masyarakat adat seperti kami,” imbuhnya.

Daripada rusak atau dicuri hasil hutannya, sambung Alex, lebih baik masyarakat adat yang menjaga. “Agar masyarakat Indonesia bisa menikmati indahnya burung-burung surga, kalau berkesempatan ke Papua,” tutupnya.

Penulis : RK | Editor : SD