IBC, PELALAWAN – Sengketa lahan sialang dan tempat pemakaman umum milik warga Desa Telayap dan Batang Nilo Kecil, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan Riau dengan PT Adei Plantation (CPO Sawit) hingga saat ini belum juga selesai.

Akibat hal tersebut, masyarakat yang di wakili oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Erzepen yang mendapatkan kuasa ahli waris mengatakan, bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan dalam menyelesaikan sengketa lahan itu tidaklah tegas.

Kepala Desa Telayap, perlihatkan foto Pemakaman yang ditanam sawit. Foto : FB | IBC

Menurut Erzepen dalam forum yang difasilitasi Pemkab Pelalawan, bahwa pihak perusahaan tidak memiliki itikad baik untuk mengembalikan lahan masyarakat seluas 9,6 Hektar, dan lahan Pemakaman Umum tersebut. Bahkan kata dia, lahan tersebut sudah ditanami sawit oleh perusahaan.

“Pihak perusahaan bertahan dengan mengatakan persoalan ini sudah clear, tapi tidak bisa membuktikan selesai maksud mereka itu dengan siapa?” kata Erzepen kepada wartawan, di Pelawawan, beberapa waktu yang lalu di Kantor Bupati Kabupaten Pelalawan.

Perhatikan Lingkaran Merah, Pemakaman yang diduga ditanam Sawit oleh Pihak Perusahaan. Foto : Ist

Sementara itu perwakilan dari Pemkab Pelalawan melalui Asisten I nya tidak juga menghasilkan keputusan yang memihak kepada masyarakat.

Erzepen juga menyampaikan, bahwa apa yang disampaikan oleh Asisten I kepada masyarakat khususnya ashli waris terkesan intimidasi.

“Ini sudah 32 tahun, kok baru ini bapak Ibrahim protes, ada apa? Selama 32 tahun ini kemana?” tanya Asisten I kepada Ibrahim sebagai pemilik lahan/ahli waris yang saat ini dikuasai perusahaan tersebut.