IBC, JAKARTA – Maraknya penipuan dengan modus kejahatan membuka lapangan kerja tidak juga membuat jera para pelaku, pasalnya aparat penegak hukum dan instansi terkait tidak juga menindak tegas para pelaku dengan modus membuka lapangan kerja tersebut. Padahal tak sedikit yang menjadi korban penipuan.

Modus membuka lapangan/lowongan kerja itu dengan cara menyebarkan Broadcast melalui pesan singkat Whatsapp dan informasi di Google, begini pesan singkatnya :

“Lowongan Masih Ada, Posisi Admin, Packing, Gudang, Kasir, Supir, OP, OB, CS, SPG, RCP Security, dengan Gaji 3-6 Juta. Jika Siap langsung kerja, penempatan sesuai domisili, wilayah Jabodetabek,” tulis WA itu.

Lanjut pesan tersebut, PT SINAR ABADI, Distributor Sparepart Motor dan Mobil, Alamat : Jl. Kebayoran Lama-Ciputat Jaksel. Persyaratan lamaran, Surat Lamaran, Daftar Riwayat Hidup, F. Copy KTP, F. Copy Ijazah Min SMP, F. Copy KK, Srt Ket Sehat dan Fhoto 4×6 1 lbr. Untuk jadwal temu janji tes kerja. Bls : sy siap hadir ke Jakarta.

“Saya Ibu Fifit SH, PT Sinar Abadi Jakarta, sekali lagi ibu mau mengingatkan besok sdr/i……Siap Tidak Temu Janji/Wawancara Kerja dgn ibu…? Jika berkas lamaran belum lengkap bawa aja yang ada, Nanti kekurangan bisa nyusul sambil kerja. Bls OK/TIDAK,…!!,” pesan pelaku kepada korban melalui pesan Whatsappnya.

Hal tersebut diaminkan oleh korban perempuan bernama Dizah, bahwa dirinya sebagai korban tindak kejahatan yang dilakukan oleh PT Sinar Abadi. Awal mulanya Dizah mengatakan, mengetahui informas lowongan kerja tersebut dari mencari di laman Google.

“Awal mulanya sejak lulus sekolah, saya mencari lowongan kerja melalui Google, ketemunya PT Sinar Abadi, saya coba hubungi nomor yang ada diinformasi itu,” ujar Dizah yang berusia 18 tahun ini.

Ia juga mengaku melamar kerja sebagai Staf Administrasi dengan memberikan uang sebesar Rp 350 ribu kepada PT Sinar Abadi yang diminta oleh Fifit. “Kalau dihitung-hitung saya habis 800 ribuan, belum lagi ongkos-ongkos dari Mauk, Kabupaten Tangerang ke Jakarta,” ungkapnya.

Lanjut Dizah, setelah melakukan pembayaran, dan saat diberikan tanda terima stempelnya berbeda dengan PT Sinar Abadi. “Tapi untungnya saya cepat dapat informasi dari korban lain yang sudah habis uang jutaan. Jadi saya nggak lanjutkan lagi,” katanya.

Baca Juga Berita Terkait :

Bukti-Bukti PT Sinar Abadi Diduga Melakukan Penipuan.

Dizah berharap ada pihak yang melaporkan PT Sinar Abadi, agar tidak ada lagi korban selanjutnya. “Kayanya itu PT ubah nama lagi buat nipu orang-orang. Sekarang nama PT nya beda lagi dan daerahnya juga beda lagi itu PT,” terangnya.

Ia juga mengatakan, bahwa PT tersebut sudah berganti alamat. Sambung Dizah, ia mengetahui dari melihat foto profil dengan akun bisnis perusahaan dan alamat yang berbeda.

Akun Bisnis PT Sinar Abadi yang Telah Berganti Nama PT dan Alamat Perusahaan.
Foto : Korban

“Masih nyimpen nomor Ibu Fifit, sempet diblokir waktu itu ama bu Fifitnya, tapi sekarang udah dibuka blokir kayanya. Soalnya pesan yang dulu-dulu belum dihapusin, masih diarsipkan,” jelas Dizah.

Dia juga meminta tolong agar PT tersebut cepat ditindak aparat penegak hukum atau instansi terkait, agar tidak adanya korban-korban selanjutnya, “Tolong kasihan takutnya banyak yang tertipu,” pungkasnya.

Sebelumnya IBC pernah meminta keterangan dari korban lainnya beberapa waktu yang lalu, yang mengatakan bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan membuka lowongan kerja. “Saya sudah curiga, mau kerja kok dimintai uang,” terang korban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh IBC, korban mayoritas masih berusia remaja yang baru lulus Sekolah Menengah Umum (SMU). Korban diminta imbalan berupa uang, dengan dalih untuk biaya admnistrasi, cek up kesehatan (BPJS Kesehatan) dan biaya pelatihan (training).

Kendati demikian, korban yang telah memberikan imbalan masih juga tidak mendapatkan posisi pekerjaan, seperti yang dijanjikan awal saat mendapatkan informasi dan saat berlangsungnya proses interview.

Kemudian korban yang telah melalui tahapan diajak atau ditawarkan oleh pelaku untuk membuka informasi lowongan kerja yang serupa. Dengan membuka iklan/informasi lowongan kerja di internet/media sosial atas nama korban.

Jika dihitung secara matematis modus kejahatan tersebut, per hari korban sebanyak 10 orang dengan memberikan uang sebesar katakanlah Rp 800 Ribu, maka akumulasinya penghasilan pelaku penipuan mendapatkan Rp 8 Juta Rupiah per harinya.

Selengkapnya Baca Juga Berita Terkait :

Penulis : FA | Editor : DB