IBC, TANGERANGSejak lahirnya undang-undang Nomor 6 tahun 2014 negara sudah mengucurkan dana yang disebut Anggaran Dana Desa (ADD) hingga hari ini besarannya mencapai Rp 2 Miliar per tahun.

Soal pengalokasian dana desa yang harusnya bermanfaat dan tepat sasaran hari ini banyak besaran dana desa yang diselewengkan oleh Kepala Desa serta jajarannya.

Demikian disampaikan Humas Forum Pemuda dan Mahasiswa Desa Buaranjati Shandi Martha Praja melalui keterangan tertulisnya yang diterima IBC, Minggu (10/11/2019).

Meteren Listik Kantor Desa Buaranjati, di Kabupaten Tangerang yang disegel. Foto : Ist

“Berangkat dari dasar di atas fakta yang sangat berbanding terbalik dengan realita hari ini, khususnya di Desa Buaranjati, Kecamatan Sukadiri Kabupaten Tangerang,” ujar Shandi.

Sebab lanjut dia, bicara pemberdayaan masyarakat kemudian pemberantasan kemiskinan di Desa Buaranjati belum tuntas lantaran kerakusan kepala desa dengan alokasi dana desa yang begitu besar yaitu sebesar Rp 2 Miliyar lebih.

“Berawal dari silpa sebesar 900 juta lebih yang belum dikembalikan oleh kepala desa periode 2013-2019 yang kemudian anggaran dana desa tahap 2 tahun 2019 di bekukan. Akhirnya karena persoalan tersebut lagi-lagi rakyat yang di rugikan,” ungkapnya.

Baca Juga :

Selain itu sambung Shandi, terlebih fakta hari ini adalah terhitung sejak Jumat 8 November 2019 listrik Kantor Desa Buaranjati di segel lantaran belum dibayar (menunggak) selama 3 bulan, yang berdampak pada pelayanan masyarakat di Desa Buaranjati tidak berjalan.

“Kami mengambil logika sederhana bagaimana Desa Buaranjati mau ngurus soal kerakyatan kalo faktanya listrik di Kantor Desa saja disegel. Sungguh malu serta miris kami selaku pemuda dan mahasiswa Desa Buaranjati yang tergabung dalam FPMDES,” tuturnya.

Oleh karna itu pihaknya menuntut, untuk mengusut tuntas alokasi dana desa, dan menekankan kepada lima calon Kades Buaranjati untuk menolak hasil Musdes, serta buka akses sosial, politik, ekonomi untuk pemuda dan mahasiswa.

“Jadi kami tegaskan 3 tuntutan itu, usut tuntas alokasi dana desa, kami juga tekankan kepada 5 calon kades Buaranjati untuk menolak Musdes, dan buka akses sosial, politik ,ekonomi untuk pemuda dan mahasiswa,” pungkasnya.

Penulis : KPR | Editor : YES