IBC, JAKARTA – Sampai saat ini, stroke masih menjadi penyakit saraf yang paling banyak menelan korban jiwa. Setiap tahun, sekitar 5 juta penduduk dunia meninggal dunia akibat stroke.

Untungnya, sekitar 80 persen penyebab stroke berhubungan dengan faktor gaya hidup yang sangat memungkinkan untuk dicegah. Gaya hidup tersebut antara lain pola makan, kebiasaan merokok dan rutinitas berolahraga.

Dengan mengatur pola makan, berhenti merokok dan olahraga secara teratur maka risiko stroke bisa diturunkan. Pertanyaannya, adakah keinginan kita untuk mengubah gaya hidup agar bisa terhindar dari stroke?

Mengatur pola makan, berhenti merokok dan olahraga teratur memang begitu mudah untuk diucapkan, tetapi sangat sulit untuk dilaksanakan. Bahkan ada anggapan yang mengatakan, salah satu cara menghentikan kebiasaan merokok adalah terkena serangan jantung. Yap, gimana mau merokok lagi jika sudah meninggal dunia akibat serangan jantung.

Makanan vegetarian dapat mencegah stroke. Foto : google.com

Seandainya kita bisa berpikir lebih jernih dan lebih panjang, perubahan gaya hidup akan sangat bermanfaat bagi kehidupan kita dan tentu saja bagi orang orang yang kita sayangi. Dengan menerapkan gaya hidup sehat maka kita bisa terhindar dari berbagai penyakit berbahaya sehingga kita bisa memberikan manfaat pada orang orang yang kita sayangi.

Salah satu perubahan gaya hidup yang kudu dilakukan untuk mencegah stroke adalah dengan mengatur pola makan. Perbanyak konsumsi makanan yang berasal dari tumbuh tumbuhan seperti gandum utuh, buah buahan, sayur sayuran, biji-bijian dan kacang kacangan.

Pola makan vegetarian termasuk salah satu pola makan yang bermanfaat untuk menurunkan risiko stroke. Namun kudu diingat, mereka yang memilih pola makan vegetarian/vegan agar tidak melupakan konsumsi suplemen vitamin B12 sebab, sumber utama vitamin B12 adalah dari makanan yang berasal dari hewan.

Sebenarnya, apa sih peranan makanan yang berasal dari tumbuhan ini dalam mencegah stroke? Jawabannya adalah serat. Dalam sebuah penelitian disebutkan, setiap 1 gram serat yang kita konsumsi per hari, akan terjadi penurunan risiko stroke sebesar 1 persen. Bahkan bila kita mampu menambah konsumsi serat harian sebanyak 10 gram maka penurunan risiko stroke akan menjadi 12 persen.

Selain menurunkan risiko stroke, konsumsi serat secara rutin, terutama serat yang berasal dari gandum utuh, juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung, kanker, diabetes dan penyakit saluran pernafasan. Ujung dari semua itu adalah konsumsi serat dapat menurunkan risiko kematian dini akibat dari berbagai penyakit berbahaya.

Manfaat serat tersebut diduga karena serat memiliki kemampuan sebagai anti inflamasi. Artinya, banyak makan serat maka proses inflamasi yang ada di dalam tubuh juga menurun.

Sumber : blogdokter.net

Penulis : FA | Editor : YES