IBC, MEDAN – Setiap Tanggal 10 November selalu diperingati sebagai hari pahlawan, Peringatan Hari Pahlawan ini diambil dari Peristiwa Arek-Arek Suroboyo pada 10 November 1945 sebagai bentuk mempertahankan kemerdekaan terhadap kolonialisme dan imperialisme di Indonesia

Mencermati tentang hari Pahlawan yang jatuh pada Minggu 10 November 2019, akademisi Universitas Sumatera Utara (USU), Dosen dan Staff Pengajar Roy Fachraby Ginting di ruang kerjanya menyampaikan, bahwa generasi muda hendaknya memaknai peringatan Hari Pahlawan di masa kini untuk bertekad dan berkontribusi untuk memajukan bangsa melalui pendidikan, ilmu pengetahuan, dan persatuan bangsa dengan semangat kebangsaan serta patriotisme.

Dikatakannya, kepahlawanan masa lalu adalah membebaskan bangsa ini dari penjajahan, kepahlawanan pada masa ini adalah untuk memajukan bangsa dan meningkatkan kecerdasan, pendidikan, kemakmuran dan keadilannya.

Menurut Roy, upaya untuk mencapai kemajuan bangsa tersebut, dimulai dari semangat para pemuda, khususnya mahasiswa, seperti yang dilakukan para pejuang pada tahun 1945, yang umumnya mereka masih sangat muda muda.

Grafis : DDG

“Itu bisa dilihat dari nisan mereka yang tertera tahun kelahiran dan tahun gugur sebagai kusuma bangsa di makam dan Taman Makam Pahlawan di seluruh Indonesia, dan budayakanlah bagi generasi muda untuk melaksanakan tabur bunga kepada para pahlawan yang telah gugur,” ujar Dosen yang juga mengajar mata kuliah PPKn ini.

Selain itu juga Roy menyampaikan, saat ini generasi muda perlu untuk bangkit dan dengan semangat kepahlawanan untuk bertarung dalam pasar internasional di bidang perekonomian, sehingga bangsa kita kedepan tidak hanya akan menjadi pasar, tapi ikut andil dan berkompetisi.

“Jangan sampai kita menjadi pasar bagi produk-produk luar negeri,” tegas Roy yang juga mengajar mata kulliah filsafat ini.

Lanjut dia, jika potensi lokal ingin maju maka tantangannya adalah mengembangkan produksi dan bertarung dalam pasar internasional. Semangat kepahlawanan harus dirumuskan dengan pandangan yang baru karena zaman telah dan terus berubah.

“Saat ini, generasi muda tidak perlu berjuang lagi dengan mengangkat senjata. Cukup melakukan hal-hal hebat dan kreatif untuk bangsa ini, dengan memanfaatkan teknologi. Bila dulu berperang menggunakan senjata, generasi muda yang kini akrab di panggil kaum milenial cukup dengan menguasai dan menggunakan teknologi informasi dan internet,” imbuhnya.

Sambung Roy, Bangsa kita membutuhkan Generasi muda masa depan untuk mengisi kemerdekaan dengan cara-cara kekinian sesuai dengan era revolusi industri 4.0.

“Era baru seperti sekarang ini, senjata yang harus digunakan oleh anak muda adalah kreativitas dan inovasi untuk meningkatkan daya saing bangsa. Sehingga kita bisa tampil menjadi sosok generasi muda yang mampu bersaing dan memiliki rasa cinta tanah air yang luar biasa dan hal itu menjadikan kita menjadi pahlawan masa depan bangsa dan sosok yang berjasa bagi bangsa dan negara,” tuturnya.

Makna hari Pahlawan tidak hanya diidentikkan dengan orang-orang yang pernah berjasa besar bagi bangsa. Namun orang-orang yang memiliki jasa kecil yang sangat berpengaruh bagi orang lain, juga kedua orang tua bisa dianggap sebagai pahlawan.

“Bagi saya pahlawan dalam hidup saya adalah orangtua, guru dan dosen serta orang orang yang berjasa menjadikan kita menjadi manusia yang beradab berguna bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Penulis : TS | Editor : YES