IBC, JAKARTA – Beberapa waktu yang lalu diketahui terbongkarnya desa fiktif oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani memperlihatkan bahwa pemerintah tidak dapat dikelabui dengan persoalan administratif. Pasalnya kata Sri Mulyani, desa fiktif atau desa hantu hanya untuk mendapatkan dana desa miliaran rupiah.

Berbeda kali ini dengan Desa Siluman yang berada di Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang, Jawa Barat, Wakil Menteri Desa (Wamendes) Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Budi Arie Setiadi mengatakan dalam videonya, bahwa Desa Siluman bukan desa fiktif, Desa Siluman memiliki penduduk dan perangkat desanya.

“Pagi ini saya ada di Desa Siluman, di Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang desa yang betul-betul Desa Siluman, walaupun bukan berarti desa yang sedang diributkan akhir-akhir ini,” ujar Budi Arie dalam video singkatnya di Subang, Selasa (12/11/2019).

Foto : Capture

Lajutnya, Desa Siluman telah berdiri sejak tahun 1908, dan pada perang kemerdekaan tahun 1945 desa tersebut menjadi tempat persembunyiaan pejuang kemerdekaan ketika dikejar penjajah Belanda.

Tambah Wamen, lantaran setiap pejuang kemerdekaan yang lari langsung mengilang didesa tersebut, maka desa itu dijuluki sebagai Desa Siluman hingga saat ini.

“Orangnya bisa ngilang, jadi ini benar desa Siluman, jadi ini bukan fiktif, dan dana desanya dipakai dan digunakan untuk kemakmuran serta kemajuan desa ini. Pak Kadesnya Pak Warman dan perangkat desanya, jadi ini Desa Siluman pak ya? Tapi ini bukan desa fiktif. Desa maju Indonesia Maju,” tutup Wamendes yang dari unsur relawan Jokowi ini.

Penulis : RK|Editor : DB