IBC, JAKARTA – Aktivis 98 kembali mengkritisi Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo yang masuk dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju. Pasalnya menurut para aktivis 98 mereka berdua bukanlah sosok orang yang berkontribusi dalam pemenangan Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin.

Demikian disampaikan Aktivis 98 Aznil Tan dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Selasa (12/11/2019).

“Masuknya Prabowo dan Edhy Prabowo ke dalam kabinet Indonesia Maju yang notabene merupakan rival Jokowi waktu pemilu 2019 kemarin adalah perkawinan paksa. Ini sama menyatukan air dengan minyak,” ujar Aznil yang juga relawan Jokowi ini.

Tulisan Pecat Prabowo di depan Istana Negara beberapa saat yang lalu. Foto : Ist

Lanjutnya, menteri yang kuat lahir dari bargaining politik cenderung pejabat mentang-mentang bahkan tidak tersentuh. “Kehadiran orang Partai Gerindra, selain perbedaan visi yang bertolak belakang dan karakter sosok yang jauh berbeda dengan jokowi, maka akan cenderung bermain sendiri. Prabowo akan menjadi menteri untouchable (tidak tersentuh) oleh Jokowi,” tegasnya.

Selain itu kata Koordinator Nasional Aliansi Poros Benhil ini juga menyampaikan, indikasi tersebut semakin mulai terlihat ketika rapat perdana Menhan Prabowo dengan Komisi I DPR RI dengan membawa Dahnil Anzar sebagai juru bicaranya.

Begitu juga Edhy Prabowo menunjuk Miftah Shabri sebagai Staf Khususnya. Bahkan sambung Aznil, Miftah sudah memakai baju seragam Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Baca Juga :

Ia juga mempertanyakan kedua orang tersebut Dahnil Anzar dan Miftah Shabri, “Kehadiran 2 sosok itu, status mereka apa? Diangkat melalui apa? Pakai anggaran apa?” tanya Aznil.

Sedangkan ujar Aznil, mereka sendiri katakan bahwa alokasi anggaran per November sudah tutup. Penganggaran baru bisa di awal tahun. “Kejadian ini relawan jangan diam, bangun kekuatan untuk menindak 2 menteri dari Partai Gerindra ini. Segera copot Prabowo dan Edhy Prabowo dalam kabinet Jokowi,” pungkasnya.

Penulis : ZK|Editor : SB