IBC, JAKARTA – Seperti diberitakan Kompas.com, puluhan warga Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara menjadi korban penggusuran, padahal menurut salah satu warga Subaidah, bahwa mereka adalah pendukung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat pilgub 2017 silam.

Subaidah mengatakan, meminta kepada Anies untuk tepati janji kampanyenya, “kami semua pendukung Anies, tapi kenapa digusur? Padahal dulu katanya nggak ada penggusuran pada saat kampanye,” ujar Subaidah, di Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

Selain Subaidah, Ardi yang juga warga setempat menyampaikan, bahwa warga menaruh harapan besar kepada Anies Baswedan dengan janjinya tanpa penggusuran, saat sebelum jadi Gubernur DKI Jakarta.

Warga korban penggusuran Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Timur.

Bahkan lanjut Ardi, pihaknya juga menggalang masyarakat untuk bersama-sama memenangkan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI. “Tapi sekarang malah digusur,” pungkas Ardi.

Sementara itu dari pihak pemerintah DKI Jakarta melalui Camat Tanjung Priok Syamsul Huda mengatakan, pihaknya bukan melakukan penggusuran melainkan hanya penataan dan menormalisasi saluran air sepanjang 400 meter dengan lebar 6 meter.

Warga korban penggusuran, Jalan Sunter Agung Perkasa VIII, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Timur.

“Kita melakukan penataan bukan penggusuran,” tegas Huda.

Seperti diketahui bahwa penggusuran tersebut berujung bentrokan antara korban penggusuran dan Satuan Polisi Pamong Praja yang berjumlah 1500 personil dibantu dari Kepolisian dan PPSU.

Bentrok terjadi karena warga mempertahankan bangunannya yang telah puluhan tahun bermukim, dan berdomisili di Jalan Sunter Agung VIII tersebut.

Penulis : RK|Editor : SD