IBC, JAKARTA – Nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mencuat belakangan ini sejak digadang-gadangkan sebagai petinggi di salah satu perusahaan BUMN. Menurut Menteri BUMN Erick Thohir, Ahok dicalonkan sebagai komisaris Utama Pertamina menggantikan Tanri Abeng.

Alumni Teknik Sipil ITB 87 Marthin Siregar menilai, bahwa masuknya Ahok dalam jajaran Komisaris Pertamina diharapkan dapat memperkuat perusahaan migas nasional. Menurutnya sosok Ahok yang tangguh, berpendirian dan berintegritas punya potensi untuk membenahi Pertamina.

“Figur Ahok saya kira sangat cocok untuk mengisi jabatan Komut di Pertamina. Apalagi dengan latar belakang pendidikan geologinya, dapat menjadi modal Ahok untuk membenahi BUMN di sektor energi,” kata Marthin melalui keterangan tertulisnya, Minggu (24/11/2019).

Ia menambahkan bahwa BUMN seperti Pertamina perlu figur seperti Ahok untuk bernegosiasi dengan asing. Karena kata Marthin karakter Ahok yang cukup percaya diri, berorientasi pada hasil yang win-win solution.

Dia pun menyoroti penolakan sejumlah pihak terhadap Ahok, menurutnya publik harus objektif dalam menilai Ahok. Jangan sampai kapabilitas Ahok yang mumpuni malah luput karena tuduhan yang tak jelas.

Selain itu ia meyakini publik yang menggunakan common sense pasti bisa melihat potensi di diri Ahok. Hanya cara berkomunikasi Ahok yang perlu diperbaiki sehingga publik tidak salah persepsi.

“Sementara tuduhan anti Islam terhadap Ahok tak lepas dari kontestasi politik pilkada DKI yang lalu cenderung brutal dan menghalalkan segala cara, sehingga menutupi potensi Ahok sesungguhnya,” terang dia.

“Ini bukan berlaku untuk Ahok saja tapi beberapa potensi lain yang dilengserkan hanya karena politik identitas sempit,” paparnya.

Kemudian jika ada yang meragukan jiwa nasionalisme, Marthin juga menyampaikan bahwa rekam jejaknya dapat dilihat dari sejumlah pengalaman birokrasi dan latar belakang keluarga Ahok selama ini.

“Bicara rasa nasionalisme, kita bisa lihat rekam jejak Ahok selama ini, baik sebagai anggota dewan maupun birokrat sejak di Belitung hingga DKI Jakarta. Keluarga Ahok pun tak perlu dipertanyakan lagi jika menyangkut rasa nasionalisme,” tambah Marthin.

“Kalau mau jujur Ahok cocok bukan saja sebagai Komut, tapi juga CEO, terutama BUMN yang butuh strong Leadership seperti Pertamina, PLN, Inalum. Inalum ini butuh sentuhan khusus sebab butuh keteguhan dalam bernegosiasi dengan pihak asing, karakter Ahok sangat sesuai,” pungkasnya.

Penulis : RK|Editor : SD