IBC, PELALAWAN – Serikat Pekerja Aneka Industri Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPAI-FSPMI) pimpinan unit kerja (PUK) PT. Adei Plantation berencana melakukan demontrasi pada tanggal 28 November mendatang.

Tidak direalisasikannya rekomendasi dari dinas tenaga kerja (Disnaker) dan Komisi Satu DPRD Pelalawan soal agar karyawan yang di PHK pihak perusahaan beberapa waktu yang lalu agar dipekerjakan kembali menjadi pemicu diadakannya aksi tersebut.

Ketua Umum PUK PT Adei organisasi FSPMI-KSPI, Jasmadi membenarkan terkait rencana akan dilakukan aksi demontrasi tersebut.

“Iya betul, setelah hasil audiensi kita pada waktu lalu dengan Komisi Satu DPRD Pelalawan tidak direalisasikan pihak perusahaan, maka kami kira perlu turun kejalan menyampaikan dengan terbuka,” kata Jasmadi membenarkan saat dihubungi IBC, Minggu (24/11/2019).

Surat pemberitahuan aksi SPAI-FSPMI PT Adei. Foto : FB/IBC

Menurutnya penolakan yang dilakukan pihak perusahaan tidak berdasarkan asas keadilan, setelah diterbitkannya surat rekomendasi dari Disnaker dan Komisi 1 DPRD Pelalawan yang menyatakan, bahwa karyawan yang sempat di PHK setelah dilakukannya rehabilitasi agar dipekerjakan kembali.

“Semestinya keputusan tersebut sudah final,” ungkap Jasmadi.

Lanjutnya mengatakan, bahwa jika perusahaan berdalih dan berprinsip pada perjanjian kerja bersama (PKB) maka kami akan melanjutkan persoalan tersebut ke PHI (perselisihan hubungan industrial).

“Kami akan lanjutkan persoalan ini ke PHI,” tandasnya.

Penulis : FB | Editor : YES