IBC, TERNATE – Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Maluku Utara Direktorat Reserse Narkoba melalui konferensi pers. Selasa (26/11/19) di Ruang Mapolda Malut kembali mengungkap kasus peredaran barang haram jenis narkoba di lingkungan lembaga pemasyarakatan kelas II Kota Ternate.

Dalam penyampainya Ajun Komisaris Polisi (AKP) Aziz Ibrahim Muamar selaku Kaur bin Ops Dit Narkoba Polda Malut mengatakan tersangka telah di tahan dengan barang bukti ganja.

“Tersangka di tahan dengan NO LP: LP/61/XI/2019/MALUT/SPKT
Dengan inisial SB Alias Y, (32)
Berprofesi sebagai Wiraswasta,” ungkap Aziz.

Aziz juga menyebutkan barang bukti yang temukan di lokasi tempat kejadian perkara berada di sekitar area Lapas kelas II A Ternate, Kelurahan Jambula Kecamatan Ternate Pulau.

“Ada 2 (dua) Sachet plastik sedang Narkotika jenis Ganja kering dengan berat 20,91 GRAM, 1 (satu) buah batu, 1 (satu) buah kaos oblong warna hijau, 1 (satu) buah Hp Xiaomi warna hitam berisi sim card,” sebutnya.

Lebih lanjut ia mengatakan Pada hari ini, Senin Tanggal 04 November 2019, sekiar pukul 00.30 Wit. Pelapor Bersama rekan-rekan anggota opsnal ditresnarkoba polda malut mendapat informasi dari pegawai lapas kelas II A.

“Bahwa telah terjadi tindak pidana Narkotika Jenis ganja kering yang dilakukan oleh terlapor a.n. SB Alias Y dengan cara memiliki, menyimpan, menguasai dan membawa Narkotika jenis Ganja kering tepatnya di Lingkungan Lapas Kls II A Ternate,” jelasnya.

Lanjutnya menceritrakan kemudian terlapor bersama rekan-rekan anggota opsnal ditresnarkoba polda malut di bawah Pimpinan Panit II IPDA Redha Astrian langsung berkoordinasi dengan pihak pegawai lapas kls II A Ternate

“Anggota Polisi langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan badan terhadap terlapor SB Alias Y tidak menemukan barang bukti nanti dilakukan pengembangan baru ditemukan 1 (satu) sachet plastik sedang berisi Narkotika jenis ganja kering yang di simpan dalam kantong kresek warna merah dibalik tembok area lapas klas II A,” jelas Aziz.

Menutup konferensi pers itu Azis mengatakan anggotanya kemudian membawa terlapor dan barang bukti ke kantor ditresnarkoba polda malut, guna dilakukan pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut.

“Pasal yang dilanggar adalah Pasal 111 Ayat (1) dan Pasal 114 Ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana 6-20 tahun penjara atau denda paling sedikit Rp 1 miliar,” tutupnya.

Penulis : GM | Editor : YES