IBC, INHIL – Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau diduga gelapkan sejumlah uang milik pedagang lampu keliling bernama Ahmad Yani Hanafi sebesar Rp 1,4 milyar.

Surat somasi nomor 16/SO/AY&P/XI/2019 yang dilayangkan kuasa hukum dari Alazhar kepada Bupati Negeri Seribu Parit itu menyebutkan bahwa HM Wardan melalui SAB selaku Ketua Lembaga Adat Melayu Riau telah menerima uang sebanyak Rp 1,2 milyar pada bulan Februari tahun 2015 silam.

Alazhar mengatakan bahwa somasi telah dilayangkan sebanyak tiga kali kepada Bupati Inhil tersebut.

“Ini somasi yang terahir dari kita, jika yang bersangkutan tidak juga menunjukan iktikad baiknya kepada kami, maka terpaksa kami akan bawa persoalan ini ke jalur hukum,” kata Alazhar kepada IBC melalui sambungan telepon pada Minggu (24/11/2019) kemarin siang.

Kawasan Rumah Dinas Bupati Indragiri Hilir Provinsi Riau yang diduga gelapkan dana pemasangan lampu LED. Foto : FB/IBC

Yani pedagang lampu LED keliling tersebut menceritakan kronologis bermula saat SAB yang diduga sebagai ketua LAM Riau meminta dirinya untuk meminjamkan uang kepada HM Wardan sebanyak Rp 1,2 milyar untuk melunasi hutang-hutangnya kepada salah satu seorang investor China yang sempat dijanjikannya akan diberi proyek.

“Kita ada perjanjiaannya waktu itu saat penyerahan uang Rp 1,2 milyar kepada SAB, pengakuan dia uang itu untuk membantu Wardan melunasi hutang kepada investor,” jelas Yani kepada IBC saat dihubungi melalui ponselnya, Minggu (24/11/2019).

Yani juga mengatakan bahwa pada tahun 2017 dirinya bersama rekanan melakukan pemasangan lampu LED di rumah dinas Bupati Inhil dengan harga Rp 200 juta. Namun menurutnya justru beberapa bulan setelah pemasangan, Pemkab Inhil justru melakukan PL (penunjukan langsung) kepada pihak lain tanpa pengetahuan Yani.

Namun ketika hendak melakukan konfirmasi kepada Wardan, kader Golkar dari Inhil tersebut tidak membalas konfirmasi Biro IBC ketika dihubungi melalu WhatsApp pribadinya.

Akan tetapi melalui orang dekat bupati, rilis konfirmasi dari IBC telah disampaikan dan diterima oleh Ketua DPD II Golkar itu,namun sayangnya rilis itu juga tidak mendapatkan respon.

Penulis : FB|Editor : SD