IBC, PEKANBARU – Perseteruan antara pedagang lampu keliling dengan Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau), SAB dan Bupati Inhil, HM Wardan pasca diterbitkannya somasi ketiga tampaknya masih memanas.

Korban penipuan 1,4 miliyar rupiah, Yani mengatakan dirinya merasa dipermainkan oleh tokoh besar Riau tersebut.

“Saya cuma dijanji-janjikan sampai saat ini sudah berapa bulan, kemarin saat pelantikan beliau (SAB – red) Selasa (26/11/2019) saya kembali dia janjikan akan secepatnya diselesaikan,” jelas Yani kepada IBC melalui sambungan telepon Rabu (27/11/2019) sore.

Namun SAB ketika dihubungi Biro IBC Provinsi Riau melalui telepon tidak mengangkat dan membalas melalui chatting dengan mengatakan dirinya berada di Bukit Tinggi dalam rangka pengobatan.

“Saya ke Bukit Tinggi pagi ini berobat, sepulang dari Bukit Tinggi kita ketemu biar tidak salah memberikan penjelasan,” kata Syahril meyakinkan IBC.

Namun bukannya di Bukittinggi, Syahril justru didapati sedang berada di kantor Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau hingga siang.

Hal tersebut kemudian dikonfirmasi kepada Syahril, dan dirinya berkilah dia hanya sebentar lalu kemudian berangkat ke Bukittinggi.

Syahril mengatakan bahwa antara Yani dengan Bupati sudah berunding atas persoalan tersebut.

Sedangkan penasihat hukum Yani mengatakan bahwa pihaknya masih menahan diri untuk melaporkan Bupati Inhil dikarenakan adanya permintaan dari pihak SAB agar kasus tersebut jangan dilaporkannya terlebih dahulu.

“Tolong ya pak jangan dilaporkan dulu, nanti kita carikan jalan penyelesaian,” kata SAB kepada Alazhar selaku penasihatnya hukum Yani.

Surat somasi nomor 16/SO/AY&P/XI/2019 yang dilayangkan kuasa hukum dari Alazhar kepada Bupati negeri seribu parit itu menyebutkan bahwa HM Wardan melalui SAB selaku ketua Lembaga Adat Melayu Riau telah menerima uang sebanyak Rp 1,2 Miliar pada bulan Februari tahun 2015 silam.

Penulis : FB | Editor : YES