IBC, YOGYAKARTA – Ketika menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Wakil Presiden Ma’ruf Amin membeberkan alasan perlu mempertahankan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tidak boleh kita mengubah NKRI menjadi bentuk negara lain, seperti khilafah,” terang Maruf diselenggarakan di ndalem Habib Hilal Alaidid Yogyakarta yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) berapa waktu yang lalu

Dalam kesemaptan itu, Ma”ruf menuturkan Indonesia melalui para pendiri bangsa sudah memiliki kesepakatan saat membentuk negara ini, yakni NKRI dengan dasar Pancasila.

“Kita boleh melakukan perubahan-perubahan, tapi tidak boleh mengubah sesuatu yang sudah disepakati,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ujar Ma’ruf, jika paham lain mencoba masuk menggantikan bentuk NKRI yang sudah disepakati pendiri bangsa, ia meyakini paham itu akan terpental bukan karena ditolak, melainkan tertolak.

Selain itu, Ma’ruf mengaku pernah ditanya, apakah khilafah bukan hal yang Islami sehingga tidak bisa menggantikan NKRI. “Saya bilang, khilafah itu memang Islami. Tapi bukan hanya khilafah saja yang Islami,” tegas dia.

Ma’ruf menuturkan banyak contoh negara dengan penduduk mayoritas Islam namun dalam membentuk negaranya tidak mengambil bentuk khilafah.

“Kerajaan juga bisa Islami, seperti Saudi Arabia. Ke-amiran juga Islami seperti Kuwait. Mesir tak kurang ulama di sana tapi mendirikan negaranya dengan bentuk republik

Penulis : RK|Editor : SD