IBC, JAKARTA – Ada persepsi yang salah dalam masyarakat kita tentang perempuan. Perempuan selalu dianggap kaum yang lemah, hanya bergantung kepada laki-laki, rapuh, dan tidak bisa diandalkan.

Namun jika kita melihat lebih jauh, perempuan adalah makhluk yang sangat luar biasa, memiliki kecakapan, manajemen yang baik dan lain-lain. Sebagai contoh sederhana ketika sang ibu sejak mulai melahirkan, menyusui, mendidik dan menjaga sang anak, seorang ibu melakukannya sekaligus.

Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Dian Novita Susanto dalam keterangan tertulisnya yang diterima IBC, Rabu (4/12/2019).

“Data membuktikan sektor pertanian Indonesia tidak akan bisa dilepaskan dari peran petani perempuan yang jumlahnya lebih besar dari pada petani laki-laki, yaitu sekitar 76,84 persen (ST2 013),” ujarnya

Lebih lanjut ia menyampaikan, tentunya dengan jumlah yang sebesar itu lebih dari cukup mereprensentasikan peran perempuan yang begitu besar di bidang pertanian. Peran perempuan pada kegiatan pertanian sangat substansial.

“Dalam berbagai hasil penelitian, kesemuanya menyebut adanya pembagian kerja dimana perempuan melakukan kerja selama proses produksi yang meliputi penanaman, pemeliharaan, panen, pasca panen, pemasaran, baik yang bersifat manajerial tenaga buruh, pada komoditi tanaman pangan ataupun tanaman industri yang diekspor,” sambung dia.

Beberapa pekerjaan malah dianggap sebagai pekerjaan perempuan seperti halnya menanam bibit, menabur benih dan menyiang. Tidak hanya itu pada tanaman pangan seperti padi mulai dari penanaman di sawah hingga menjadi nasi untuk di hidangkan ke meja makan paling banyak perannya dimainkan oleh perempuan.

Lanjut halaman berikutnya >>>