IBC, JAKARTA – Kuasa hukum Ahmad Yanni (pedagang lampu keliling), Al-Azhar mengecam intimidasi dan intervensi yang diduga dilakukan oleh oknum (LAM dan orangnya Bupati Inhil) kepada kliennya dan seorang Jurnalis IBC.

Al-Azhar menyatakan, mengutuk tindakan yang dilakukan oleh oknum dengan meneror dan terkesan mengancam kepada kliennya dan jurnalis yang mempublikasikan berita terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh (Bupati Inhil) tersebut.

“Tidak dibenarkan cara-cara kekerasan seperti yang dialami oleh Ahmad Yani dan seorang Jurnalis, ini bangsa beradab dan ada hukum, tidak boleh ada intervensi apapun kepada jurnalis dalam menjalankan tugasnya,” terang Al-Azhar dalam surat elektroniknya kepada Redaksi IBC Biro Riau, Rabu (4/12/2019) sore.

Intimidasi baik verbal dan non verbal yang dilakukan untuk melecehkan profesi jurnalis sama artinya melawan undang-undang. Pasalnya, seorang yang berprofesi sebagai jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1990 Tentang Pokok Pers.

Ia juga mengatakan apabila ada pihak yang dirugikan silahkan tempuh jalur hukum saja karena negara kita negara hukum, jangan menggunakan kekuatan preman dan apabila ada tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan berupa fakta yang merugikan nama baiknya.

Peraturan tentang hak jawab tersebut sudah dimuat dalam Undang-undang Pers nomor 40 tahun 1999 dalam pasal 1, pasal 5, pasal 11, dan pasal 15.

“Semua sudah diatur jelas dalam UU Pers tersebut (UU Pers No. 11/1999,red), silahkan patuhi mekanismenya jika ada keberatan dalam konteks pemberitaan,” jelas Al-azhar ketika dihubungi IBC melalui sambungan telepon pada Rabu (4/12/2019) sore.

Penulis : Faisal | Editor : YES