IBC, JAKARTA – Surat Mendagri Tito Karnavian kepada para bupati mengenai toleransi berbuah manis bagi umat Kristiani di Jorong Kampung Baru, Kabupaten Dharmasraya, dan Jorong Sungai Tambang, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Pejabat daerah setempat, baik wali nagari maupun Muspida mengadakan pertemuan dengan perwakilan warga hingga akhirnya warga bisa beribadah Natal tahun ini.

Menurut Program Manager Pusat Studi Antarkomunitas (Pusaka) Padang, Sudarto, tindak lanjut positif ini kemungkinan karena adanya imbauan pemerintah pusat. “Kemungkinan karena surat (Mendagri) Pak Tito ke bupati,” kata Sudarto kepada Beritasatu.com, Selasa (24/12/2019). Pusaka bakal terus mencermati dan mengawal persoalan ini sehingga warga dapat beribadah dan merayakan hari besar.

Seperti diberitakan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengirim surat ke semua pemerintah daerah. Mendagri meminta kepala daerah memastikan toleransi di wilayahnya tetap dijaga. Surat tersebut juga dialamatkan ke Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan.

“Saya sudah kirim surat ke bupati agar penyelesaian toleransi keagamaan dijalankan. Bupati dan Kapolda akan turun,” ujar Tito, Senin (23/12/2019).

Sudarto yang selama ini memunculkan persoalan di dua kabupaten ini sehingga menjadi perhatian publik, menambahkan, pertemuan antara warga yag belum medapatkan kebebasan beribadah dengan pemerintah daerah setempat perlu ditindaklanjuti dengan keputusan pemerintah daerah secara tertulis sehingga tidak akan ada lagi persoalan serupa di kemudian hari.

“Jangan nanti (ibadah dan perayaan Natal) mentah lagi ketika ada pergantian kepemimpinan wali nagari atau bupati,” katanya.

Ihwal keleluasaan merayakan Natal dan beribadah di Jorong Kampung Baru, Dharmasraya, dan Jorong Sungai Tambang,  Sijunjung diketahui Sudarto dari warga Kristiani di dua kabupaten tersebut.

“Pertemuan di Dharmasraya dilakukan kemarin sore dan selesai sekitar pukul 17.00 sedangkan di Sijunjung baru pukul 01.00 tadi (Selasa) kelar,” ucap Sudarto.

Dalam pertemuan itu, warga Kristiani diperbolehkan melaksanakan ibadah dan perayaan Natal di salah satu rumah warga. Di Dharmasraya kemungkinan akan dilakukan di rumah salah satu warga, Ibu Lubis, di Jorong Kampung Baru.

“Memang rumah biasa namun sudah ditambah ruangan untuk sekolah minggu anak-anak,” ungkapnya.

Sedangkan di Jorong Sungai Tambang, Kabupaten Sijunjung, warga Kristen Protestan yang tergabung di gereja HKBP selama ini sudah mendapatkan tempat yang difasilitasi wali nagari.

“Sementara warga Katolik kemungkinan di Blok A,” kata aktivis antaragama dan pluralisme ini.

Ia juga menuturkan selama ini pihaknya hanya memberikan advokasi kepada warga. Pusaka sejatinya belum mempunyai legal standing karena belum mendapatkan surat kuasa dari warga atau korban. Namun demikian pihaknya akan tetap mengawal persoalan ini.

Sumber Berita Satu