IBC, TUBAN – Sepanjang tahun 2019, Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, berhasil menyelesaikan beberapa kasus. Diantaranya adalah pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), narkotika dan obat-obatan (narkoba) serta produksi minuman keras.

Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono menyampaikan, beberapa kasus yang terjadi di Kabupaten Tuban sepanjang tahun 2019 kemarin akan menjadi koreksi dan pekerjaan rumah bagi seluruh jajarannya.

Ia berharap, ke depan kasus-kasus semacam itu dapat di minimalisir. Dengan begitu, angka kejahatan yang terjadi di Tuban dapat terus menurun.

“Saya harap seluruh jajaran Kepolisian tidak memandang fungsi apa untuk mengungkap dan berantas segala jenis kejahatan di Tuban,” kata Nanang saat menggelar Konferensi Pers di Halaman Sat Reskrim Polres Tuban, Senin (30/12/2019).

Nanang juga mengapresiasi segala dukungan yang diberikan oleh masyarakat Tuban. Masyarakat dinilai memiliki andil dalam menjaga keamanan dan kondusifitas di Bumi Wali.

“Terimakasih untuk masyarakat bumi wali yang ikut serta menjaga keamanan Bumi Wali serta seluruh awak media yang membantu sosialisasikan pencapaian-pencapaian dan tugas kami Kepolisian selama tahun 2019 ini,” tandasnya.

Untuk informasi, Polres Tuban telah berhasil menyelesaikan Didapat 6 kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) yang terdiri dari 2 kasus (TO) an 4 kasus (NON TO). Mereka dijerat dengan pasal 363 KUHP ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

Ditambah lagi, Polres Tuban juga mampu menyelesaikan 2 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terdiri dari 1 kasus (TO) dan 1 kasus (NON TO). Sesuai dengan pasal 363 KUHP ancaman hukuman kasus ini sembilan tahun penjara.

Selain beberapa kasus pencurian itu, Polres Tuban juga berhasil menyelesaikan 2 kasus Narkoba (1 TO dan 1 NON TO). Sesuai dengan Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 127 ayat UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika ancaman hukuman kasus ini minimal 4 tahun maksimal 14 tahun.

Polres Tuban juga berhasil menyelesaikan kasus Kasus produksi minuman keras (NON TO). Hukumannya sesuai dengan Pasal 135 jo pasal 71 ayat (2), pasal 140 jo pasal 86 ayat (20) UU RI No 18 tahun 2012 tentang pangan atau pasal 204 KUHP ancaman maksimal lima belas tahun.

Penulis: MH| Editor: HK