IBC, JAKARTA – Masuknya Basuki Tjahja Purnama (BTP) alias Ahok di PT Pertamina (Persero) sebagai Komisaris Utama (Komut) menimbulkan beragam reaksi publik, khususnya penolakan karyawan perusahaan minyak nasional tersebut.

Kendati demikian masyarakat Indonesia justru mendukung langkah Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Erick Thohir mengangkat Ahok, dengan harapan Mafia Migas dapat diberangus.

Begitu juga dukungan hadir dari warga Cilacap Suripman Prasetyo yang menulis di laman Facebooknya mengatakan, bahwa ia kerap mendengar adanya transaksi BBM Ilegal di tengah laut.

“Kebetulan lokasi rumah saya tidak begitu jauh dari kilang minyak Pertamina UP IV Cilacap sekitar 7 KM, jadi sudah sering mendengar adanya transaksi BBM ilegal di tengah laut,” ujar Suripman di laman FB nya, Sabtu (28/12/2019).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, melihat para ABK kapal minyak menghamburkan uang di tempat hiburan malam dan tempat perbelanjaan saat mendarat di Kota Cilacap sudah menjadi pemandangan umum.

“Makanya saat pak Ahok ditunjuk akan menjabat di perusahaan Pertamina ada yang gerah dan blingsatan karena zona nyaman mereka bakal #Kelar,” sambungnya.

Begitu juga kata Suripman dengan Ketua Serikat pekerja Pertamina di Cilacap (Arie Gumilar) dan Ketua Serikat Pekerja Pertamina di Plaju Palembang (Muhammad Yunus). “Dua orang ini begitu getol menolak Ahok dengan berbagai dalih,” terangnya.

Selain itu juga ia menyampaikan, bahwa Bisnis impor minyak mentah maupun produk kilang yang dilakukan oleh PT. Pertamina (Persero) memiliki banyak celah terjadinya penyimpangan yang bisa dilakukan oleh orang luar, internal perusahaan atau kerjasama antara keduanya.

“Bisnis yang sangat fantastis, karena bagi ABK jika hanya mengandalkan gaji kisaran 6 hingga 15 juta dirasa sangat kecil, tapi sabetan hasil ‘kencing solar’ itu yang luar biasa,” jelasnya.

Menurutnya, satu kali kencing bisa meraup uang Rp 300 juta, dibagi setiap crew, padahal sebulan bisa tiga sampai empat kali kencing tajir bukan? Hal itu dilakukan puluhan tahun.

“Meskipun kapal sudah difasilitasi dengan Monitoring vessel Tracking tapi tetap saja tidak efektif karena hanya sebatas formalitas,” ucap Suripman.

Ia juga mengungkapkan, bahwa dengan pendapatan yang cukup besar tersebut, bagaimana hidup keluarga para ABK Pertamina ini tidak glamor? para istri pegawai Pertamina sendiri punya komunitas arisan yang tidak tanggung tanggung arisan berlian.

“Hadirnya Ahok mungkin saja akan menutup kran dan selang agar tidak bisa lagi kencing sembarangan. Ada dua opsi bagi para oknum pegawai Pertamina yang nakal, keluar dari perusahaan atau menghentikan praktik kotor yang selama ini menjadi ladang bisnisnya,” pungkas warga Cilacap ini.

Sejak berita ini diterbitkan tulisan Suripman Prasetyo mendapatkan like sebanyak 7.921 dan komentar sebanyak 156 serta 2.198 dibagikan.

Penulis : AI|Editor : SD