IBC, JAKARTA – Musibah banjir yang melanda DKI Jakarta, dan sekitarnya justru menimbulkan reaksi publik yang saling tuding. Pasalnya banjir dipolitisir sedemikian rupa oleh pihak-pihak tertentu.

Hal tersebut mendapatkan tanggapan dari Ketua Umum PRD, Agus Jabo Priyono yang mengatakan, bahwa alam liberal telah mendorong mundur kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita kembali ke mentalitas inlander, kehilangan konsep, kehilangan pegangan dan kehilangan tujuan,” ujarnya di Jakarta, Senin (6/1/2020).

Sebagai contoh, lanjut Jabo, dalam menghadapi bencana, mestinya fokuskan energi untuk bergotong royong, bahu membahu, memiliki empati yang dalam terhadap yang terkena musibah. “Tapi justru kita ribut, caci maki, saling menyalahkan, debat istilah yang tidak penting. Sudah sangat jatuh kepribadian kita sebagai sebuah bangsa,” ucapnya.

Menurut Jabo, sungguh sangat naif, bagaimana ribut karena wilayah dilanggar oleh negara lain, sedangkan di dalam negeri sendiri saja banyak yang diambil dan dirampok (oleh asing), tetapi bangsa ini hanya diam.

“Kita sudah lama kehilangan sosio nasionalisme dan sosio demokrasi, sebagai landasan kita membangun bangsa yang merdeka, sebagai prasyarat utama menuju keadilan serta kemakmuran,” jelas dia.

Selain itu juga ia menyampaikan bahwa bangsa ini masih bermental kuli di negeri sendiri maupun kuli di antara bangsa-bangsa.

“Kita belum menjadi satu bangsa yang beradab, bangsa yang satu nasib satu tujuan, kita hanyalah sekumpulan manusia (barbar?) yang mendiami kepulauan di antara dua benua dan dua samudera, yang lebih senang ribut dari pada saling menghargai, bersatu, bergotong royong membangun negeri ini,” pungkas Jabo.

Penulis : WL|Editor : SD