IBC, BOGOR – Organ relawan Komite Penggerak Nawacita (KPN) terus mengupayakan penyaluran bantuan dari sejumlah donasi kepada para korban terdampak bencana di Jabodetabek dan Lebak Banten.

Memasuki hari ke 18 pasca terjadinya bencana, sejumlah wilayah telah disasar tim relawan KPN Peduli Bencana dalam penyaluran bantuan tersebut.

Pada Sabtu (18/1/2020) KPN Peduli Bencana kembali melakukan penyaluran di wilayah Kabupaten Bogor dan Lebak Banten. Pada giat kali ini, relawan KPN bersama Ikatan Alumni ITS (IKA ITS) dan Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) bersama-sama menyalurkan bantuan ke titik lokasi bencana.

Dengan titik kumpul di Kampus IPB, relawan KPN, IKA ITS dan PWRI Bogor bergerak menuju lokasi bencana di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya yang merupakan salah satu titik bencana terparah. Sejumlah kampung di Desa Cileuksa diketahui masih terisolir akibat beberapa akses jalan masih tertimbun longsoran tanah.

Adapun tujuan pertama yang disambangi tim relawan untuk menyalurkan bantuan adalah Kampung Cipugur yang masih berada di wilayah Desa Cileuksa. Di lokasi ini terdapat posko pengungsian warga terdampak bencana tanah longsor dari Kampung Ranca Nangka.

Posko pengungsian tersebut diinformasikan menampung 700 jiwa dari 194 KK yang terdata. Jumlah pengungsi ini berasal dari Kampung Ranca Nangka yang menjadi wilayah terdampak bencana parah akibat diterjang tanah longsor pada awal pergantian tahun.

Rumah-rumah di Kampung Ranca Nangka yang terletak di kaki Gunung Halimun itu rata dengan tanah, hanya tersisa dua yang masih terlihat, tapi itu pun rusak parah. Bencana tanah longsor itu menghancurkan sepenuhnya kampung tersebut, dan kini ditinggal pergi penghuninya.

Perwakilan KPN Shane M Hasibuan dari Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) mengatakan, penyaluran bantuan masih dilakukan pihaknya karena ada beberapa titik yang belum mereka sambangi.

Selanjutnya>>>