IBC, JAKARTA – Kasus korupsi dana desa seakan menjadi ladang baru bagi Kepala Desa di seluruh Indonesia menyalahgunakan wewenangnya. Pasalnya tahun ke tahun Anggaran Dana Desa yang digelontorkan oleh pemerintah pusat terus meningkat.

Hal ini menjadi ‘godaan’ tersendiri bagi Kepala Desa dan perangkatnya. Tak terkecuali juga patut diduga terjadi di Desa Hujan Mas, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung.

Papan Pemberitahuan, Tertulis Volume Kegiatan 100 Meter, Sumber Dana Desa 2019. Foto : Ist

Menurut salah satu narasumber masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya, bahwa ia menduga Kepala Desa dan jajarannya telah menyalahgunakan wewenang terkait pembangungan drainase yang di papan plang pemberitahuan dibangun sepanjang 100 meter, sedangkan realisasi lapangan hanya 50 meter.

Baca Juga :

“Pembangunan di Tebing Kiting itu enggak sesuai sama plangnya. Yang dibangun 50 meter, di papan 100 meter, dan baru selesai 10 Januari 2020, padahal papan plangnya tertulis pembangunan siring pasang/drainase 100 meter dengan jangka waktu 3 bulan. Ini jelas penggelapan anggaran dana desa,” ungkapnya, melalui pesan singkatnya yang diterima redaksi, Senin (20/1/2020).

Tugu Peresmian Drainase, Dusun I, Desa Hujan Mas ditandantangi oleh Kepala Desa. Foto : Ist

Selanjutnya ia juga menyampaikan, bahwa pembangunan tersebut tidak selesai, karena kata dia, dananya telah habis. Maka jelas akan dilanjutkan menggunakan anggaran dana desa tahun 2020.

“Pembangunan tidak selesai, karena danya sudah habis, jelas akan dilanjutkan menggunakan anggaran dana desa tahun 2020,” pungkasnya.

Laporan : SYN
Penulis : DN |Editor : DB
Copy Editor : AS